Jumat, 30 September 2016

Cerita Dewasa: Ngentot Sama Mas Bram Teman Saumiku

Forum dewasa yg berisikan cerita sex terbaru, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa “Cerita Dewasa: Ngentot Sama Mas Bram Teman Saumiku” dan foto sex bugil tante bispak abg hot terbaru 2016 – Mira 30 tahun, tinggi 168cm, berat badan 60kg, tubuh putih kecoklatan, payudara 34B, body aduhai, adalah perawakanku. Aku sudah menikah selama kurang lebih 3 tahun, tp aku belum juga dikaruniai seorang buah hati. Suamiku bernama mas Husein dia berumur 34 tahun, hubungan keluarga kami bisa dibilang harmonis Karena tak banyak masalah yg terjadi dikeluargaku. Hanya ada satu masalah dlm keluargaku yg sejak dari dulu aku pendam yaitu ku tdk pernah mendapatkan kepuasan dlm berhubungan Sex dgn suamiku.

Cerita Dewasa: Ngentot Sama Mas Bram Teman Saumiku
Cerita sex terbaru, Suamiku selalu saja tdk bisa dlm behubugan Sex, baru sebentar saja sudah keluar lalu loyo, aku hampir tdk mendaptkan klimaks dlm hubungan Sex dgn suamiku, Tp aku hanya memendamnya saja dlm hati. Sampai akhirnya datang seorang sosok mas Bram yg terlihat sangan jantan, denga tinggi besarnya, ada brewok dilehernya, dan Nampak juga bulu dada nya mas Bram yg membuat mas Bram ini terlihat sangat jantan sekali.

Mas Bram adalah teman sekantor dari suamiku, mas Bram dan suamiku sudah sahabatan sejak mereka kuliah sampai sekarang bekerja. Dlm keseharian mas Bram juga sering bermain bulu tangkis bersama setiap malam maupun disela-sela istirahat kantor mereka. Semua ini aku ketahui karena suamiku yg cerita, gak jarang juga mas Bram datang kerumah unuk ngajak mas husein bermain bulu tangkis atau hanya sekedar maen saja. Aku tak pernah menygka semua ini akan terjadi.

Cerita mesum terbaru, Akhir-akhir ini tatapan wajah mas Bram padaku agak berbeda, mas Bram menatapku dgn tatapan yg tajam. Sampai suatu saat aku mencuri-curi waktu saat suamiku sedang keluar mencari rokok, aku menanyai mas Bram tentang tatapan nya kepadaku itu. Dan dgn kaget aku mendengar jawaban dari mas Bram, dia menjawab kalau dia naksir sama aku, sekejap itu juga hatiku langsung berdetak tak karuan.

Mas Bram Teman Suamiku yg Perkasa – Sejak jawaban dari mas Hery itu, setiap hari aku menjadi kepikiran terus. Kenapa hasrat Sex ku dgn mas Bram mengalir sama kedlm pikiran mas Bram, sampai mas Bram berani mengakatakan naksir sama aku, padahal dia teman baik suamiku. Sungguh jawaban mas Bram itu sangat menggangu pikiranku, yg setelah aku mengetahui kalau mas Bram naksir sama aku, aku pun terus berhasrat ingin sekali bercumbu denganya, tp aku masih menahan keinginanku ini, karena aku masih menghargai suamiku. S

ampailah pada saat yg aku nanti-nantikan, secelah kesempatan datang. Waktu itu suamiku sedang ditugaskan oleh kantor dan harus menginap selama seminggu. Mas Bram yg tau kalau suamiku sedang ditugaskan oleh kantor itu pun langsung mendatangiku kerumah. Dan kembali mas mas Bram membahas tentang jawabannya saat itu yg belum aku jawab. Akhirnya terjadilah obrolan panjang antara aku dan mas Bram waktu itu yg akhirnya kita memutuskan untuk saling suka tp tanpa sepengetahuan suamiku. kejantanan mas Bram menyatakan perasaanya padaku ini yg membuat hatiku sekejap luluh dan menerimanya.

Mas Bram Teman Suamiku yg Perkasa – Hari itu adalah jadwal suamiku maen bulu tangkis, seperti biasa mas Bram datang kerumahku menghampiri suamiku untuk mengajaknya bermain, tp semua itu adalah alibi dari mas Bram, karena mas Bram sudah tau kalau suamiku sedang ridak di rumah. Mas Bram pun mengajakku untuk menggantikan suamiku untuk bermain bulu tangkis yg ada dibelakang rumahku. Dan aku pun bergegas ganti baju dgn hanya menggunakan tengtop setrit dan celana hot pans saja. Terlihat jelas lekuk tubuhku yg sangat seksi ini, yg aku pikirkan pasti akan membuat gairah mas Bram. Dan kitapun akhirnya bermain bulu tangkis.

Saat aku sedang hot-hotnya aku mengejar “kok” tanpa kuduga aku jatuh terkilir, Bram menghampiriku lalu mengajakku pulang. Setiba di rumah, kuajak Bram untuk mampir dan ia menerimanya dgn senang hati. Bram memapahku sampai ke kamar, lalu membantuku duduk di ranjang. Dgn manja kuminta ia mengambilkan aku minuman di dapur, Bram mengambilkan minuman dan kembali ke kamar mendapatkan aku telah melepas sweater dan sedang memijat betisku sendiri. Ia agak tersentak melihatku, karena aku telah menanggalkan sweaterku sekarang tinggal memakai blous “you can see” longgar yg membuat ketiak dan buah dadaku yg putih mulus itu mengintip nakal, posisi kakiku juga menarik rokmini olahragaku hingga pahaku yg juga putih mulus itu terbuka untuk menggoda matanya.

Tampak sekali ia menahan diri dan mengalihkan pandangan saat memberikan minuman kepadaku. Memang “gentleman” pria ini. penampilannya agak kaku tetapi disertai sikap yg lembut, kombinasi yg tak kudapatkan dari suamiku, ditambah berbagai macam kecocokan di antara kami. Mungkin inilah yg mendorongku untuk melakukan sesuatu hal yg seharusnya tdk dilakukan oleh seorang wanita yg sudah bersuami. Aku menggeser posisiku mendekatinya, lalu kucium pipinya sebagai ucapan terimakasihku. Bram terkejut, namun tak berusaha menghindar bahkan ia menggerakan wajahnya sehingga bibirku beradu dgn bibirnya. Kewanitaanku bangkit walaupun aku tahu ini adalah salah tetapi tanpa kusadari ia mencium bibirku beberapa saat sebelum akhirnya aku merespon dgn hisapan lembut pada bibir bawahnya yg basah.

Kami saling menghisap bibir beberapa saat sampai akhirnya aku yg lebih dulu melepas ciuman hangat kami. “Her..” kataku ragu. Kami saling menatap beberapa saat. Komunikasi tanpa kata-kata akhirnya memberi jawaban dan keputusan yg sama dlm hati kami, lalu hampir berbarengan, wajah kami sama-sama maju dan kembali saling berciuman dgn mesra dan hangat, saling menghisap bibir, lalu lama kelamaan, entah siapa yg memulai, aku dan Bram saling menghisap lidah dan ciuman pun semakin bertambah panas dan bergairah.

Cerita Sex Sahabat Suamiku Jadi Pemuasku – Ciuman dan hisapan berlanjut terus, sementara tangan Bram mulai beralih dari betisku, merayap ke pahaku dan membelainya dgn lembut. Darahku semakin berdesir. Mataku terpejam. Entah bagaimana pria bukan suamiku ini bisa menyentuh ragaku selembut ini, semakin kupejamkan mataku semakin melayg perasaanku, dan menikmati kelembutan yg memancing gairah ini. Kembali Bram yg melepas bibirnya dari bibirku. Namun kali ini, dgn lembut namun tegas, ia mendorong tubuhku sambil satu tangannya masih terus membelai pahaku, membuat kedua tanganku yg menahanku pada posisi duduk tak kuasa melawan dan akupun terbaring pasrah menikmati belaiannya, sementara ia sendiri membaringkan tubuhnya miring disisihku.

Cerita Sex Sahabat Suamiku Jadi Pemuasku – Bram mengambil inisiatif mencium bibirku kembali, yg serta merta kubalas dgn hisapan pada lidahnya. Mungkin saat itu gairahku semakin menggelegak akibat tangannya yg mulai beralih dari pahaku ke selangkanganku, membelai barang milikku yg paling sensitif yg masih terbalut celana dlm itu dgn lembut namun pasti.

“Mmmmmpppphhh.. Bram..sudah terlalu jauh Her..” desahku di sela-sela ciuman panas kami.

Aku agak lega saat tangan kekarnya meninggalkan selangkanganku, namun ia mulai menarik blousku hingga terlepas dari jepitan rokku, lalu ia loloskan dari kepalaku. Buah dadaku yg montok dan puting susuku membayang menggoda dari Bra ku yg tipis dan seksi, membuatnya semakin penasaran. Ia kembali mencium bibirku, namun kali ini lidahnya mulai berpindah-pindah ke telinga dan leherku, untuk kembali lagi ke bibir dan lidahku.

Permainannya yg lembut dan tak tergesa-gesa ini membuatku terpancing menjadi semakin bergairah, sampai akhirnya ia mulai memainkan tangannya meraba-raba dadaku dan sesekali menyelipkan jarinya ke balik Bra menggesek-gesek putingku yg saat itu sudah tegak mengacung. Tanpa kusadari aku mulai memainkan kaos bajunya, dan setelah bajunya kusingkap terlihat tampilan otot di tubuhnya. Aku melihat dada bidang dan kekar, serta perut sixpacknya di depan mataku. Tak lama ia pun memutuskan untuk mengalihkan godaan bibirnya ke buah dadaku yg masih terbalut Bra ku.

Diciumi buah dadaku sementara tangannya merogoh ke balik punggungku untuk melepas kait Bra ku. Sama sekali tdk ada protes dariku iapun melempar Bra ku ke lantai sambil tdk buang waktu lagi mulai menjilati putingku yg memang sudah menginginkan ini dari tadi.

“Ooohh.. mmmmppphhhh.. aachh.. Bram..” desahku langsung terlontar tak tertahankan begitu lidahnya yg basah dan kasar menggesek putingku yg terasa sangat peka.

Bram menjilati dan menghisap dada dan putingku di sela-sela desah dan rintihku yg sangat menikmati gelombang rangsangan demi rangsangan yg semakin lama semakin menggelora ini,

“..Oooh Bram suuddhaah.. Herr.. stoop..!!” tetapi Bram terus saja merangsangku bahkan tangannya mulai melepas celananya, sehingga kini ia benar-benar telanjang bulat.

K0ntolnya yg besar dan berotot mengacung tegang, karuan aku terbelalak melihatnya, besar dan perkasa lebih perkasa dari k0ntol suamiku, Meqiku tiba tiba berdenyut tak karuan. Oh..tak kupikirkan akibat dari keisenganku tadi yg hanya ingin mencium pipinya saja sekarang sudah berlanjut sedemikian jauh.

Bram melepas putingku lalu bangkit berlutut mengangkangi betisku. Ia menarik rokku dan membungkukkan badannya menciumi pahaku. Kembali bibirnya yg basah dan lidahnya yg kasar menghantarkan rangsangan hebat yg merebak ke seluruh tubuhku pada setiap sentuhannya di pahaku. Apalagi ketika lidahnya menggoda selangkanganku dgn jilatannya yg sesekali melibas pinggiran Cealana Dlmku, semili lagi menyentuh bibir Meqiku. Yg bisa kulakukan hanya mendesah dan merintih pasrah melawan gejolak birahi, rasa penasaranku menginginkan lebih dari itu tp akal sehatku masih menyatakan bahwa ini perbuatan yg salah.

Akhirnya, dgn menyibakkan celana dlmku, Bram mengalihkan jilatannya kerambut kemaluanku yg telah begitu basah penuh lendir birahi.

“ggaahh.. Heeruu..stoop..ohh..” bagaikan terkena setrum rintihanku langsung menyertai ledakan kenikmatan yg kurasakan saat lidah Bram melalap Meqiku dari bawah sampai ke atas, menyentuh klitorisku.

Kini kami sama-sama telanjang bulat. Tubuh kekar berotot Bram berlutut di depanku. Lobang Meqiku terasa panas, basah dan berdenyut-denyut melihat batang k0ntolnya yg tegang besar kekar berotot berbeda dgn punya suamiku yg lebih kecil. Oohh..betul betul luar biasa napsu birahiku makin mengebu gebu. Entah mengapa aku begitu terangsang melihat batang kemaluan yg bukan punya suamiku. Oooh begitu besar dan perkasa, pikiranku bimbang karena aku tahu sebentar lagi aku akan disetubuhi oleh sahabat suamiku, anehnya gelora napsu birahiku terus mengelegak.

Kupasrahkan diriku ketika Bram membuka kakiku hingga mengangkang lebar lebar, lalu Bram menurunkan pantatnya dan menuntun k0ntolnya ke bibir Meqiku. Kerongkonganku tercekat saat kepala k0ntol Bram menembus Meqiku.

”Hngk! Besaar..sekalii..Heer..” Walau telah basah berlendir, tak urung k0ntolnya yg demikian besar kekar berotot begitu seret memasuki liang Meqiku yg belum pernah merasakan sebesar ini, membuatku menggigit bibir menahan kenikmatan hebat bercampur sedikit rasa sakit.

Tanpa terburu-buru, Bram kembali menjilati dan menghisap putingku yg masih mengacung dgn lembut, kadang menggodaku dgn menggesekkan giginya pada putingku, tak sampai menggigitnya, lalu kembali menjilati dan menghisap putingku, membuatku tersihir oleh kenikmatan tiada tara, sementara setengah k0ntolnya bergerak perlahan dan lembut menembus Meqiku. Ia menggerak-gerakkan pantatnya maju mundur dgn perlahan, memancing gairahku semakin bergelora dan lendir birahi semakin banyak meleleh di Meqiku, melicinkan jalan masuk k0ntol berotot ini ke dlm liang kenikmatanku tahap demi tahap.

Lidahnya yg kasar dan basah berpindah-pindah dari satu puting ke puting yg lain, membuat kepalaku terasa semakin melayg didera kenikmatan yg semakin bergairah. Akhirnya napsu birahikulah yg menang laki laki perkasa ini benar benar telah menyeretku kepusaran kenikmatan menghisap seluruh pikiran jernihku dan yg timbul adalah rangsangan dahsyat yg membuatku ingin mengarungi permainan seks dgn sahabat suamiku ini lebih dlm.

“Ouuch.. sshh.. aachh.. teruuss.. heeruu.. masukin k0ntolmu yg dalaam..!! oouch.. niikmaat.. heerr..!! Baru kali ini lobang Meqiku merasakan ukuran dan bentuk k0ntol yg bukan milik suamiku, yg sama sekali baru ..besaar dan perkasaa.., aku merasakan suatu rangsangan yg hebat didlm diriku.

Seluruh rongga Meqiku terasa penuuh, kurasakan begitu nikmatnya dinding Meqiku digesek batang k0ntolnya yg keras dan besaar..!

Cerita Sex Sahabat Suamiku Jadi Pemuasku – Akhirnya seluruh batang kemaluannya yg kekar besar itu tertelan kedlm lorong kenikmatanku, memberiku kenikmatan hebat, seakan bibir Meqiku dipaksa meregang, mencengkeram otot besar dan keras ini. Melepas putingku, Bram mulai memaju-mundurkan pantatnya perlahan,

“..oouch.. niikmaat.. heeruu..!!” aku pun tak kuasa lagi untuk tdk merespon kenikmatan ini dgn membalas menggerakan pantatku maju-mundur dan kadang berputar menyelaraskan gerakan pantatnya, dan akhirnya napasku semakin tersengal-sengal diselingi desah desah penuh kenikmatan.
“Aaaarrggghh.. sshh.. hh.. Heerruu.. oohh ..suungguuhh.. niikmmaat sahygghh..” Bram membalas dgn pertanyaan “Ohh.. Miray nikmatan mana dgn k0ntol suamimu..?” otakku benar benar terhipnotis oleh kenikmatan yg luar biasa..! jawabanku benar benar diluar kesadaranku
“Ohh ssh Bram. k0ntolmu besaar sekalii..! jauh lebih nikmaat ..!! Bram makin gencar melontarkan pertanyaan aneh aneh, “..hh..Mira lagi diapain meqimu sama kontolnya Bram..?” aku bingung menjawabnya,
“Bilang lagi dientot..!” Bram memaksaku untuk mengulangnya, tp dasar aku lagi terombang ambing oleh buaian birahi akupun tdk malu malu lagi mengulangnya
“hh.. hh.. sshh.. mmmmmppphhhhh..lagi dientot sayaang..”

Terus menerus kami saling memberi kenikmatan, sementara lidah Bram kembali menari di putingku yg memang gatal memohon jilatan lidah kasarnya. Aku benar benar menikmati permainannya sambil meremas-remas rambutnya. Rasa kesemutan berdesir dan setruman nikmat makin menjadi jadi merebak berpusat dari Meqi dan putingku, keseluruh tubuhku hingga ujung jariku. Kenikmatan menggelegak ini merayap begitu dahsyat sehingga terasa seakan tubuhku melayg. K0ntolnya yg dahsyat semakin cepat dan kasar menggenjot Meqiku dan menggesek-gesek dinding Meqiku yg mencengkeram erat.

Hisapan dan jilatannya pada putingku pun semakin cepat dan bernapsu. Aku begitu menikmatinya sampai akhirnya seluruh tubuhku terasa penuh setruman birahi yg intensitasnya terus bertambah seakan tanpa henti hingga akhirnya seluruh tubuhku bergelinjang liar tanpa bisa kukendalikan saat kenikmatan gairah ini meledak dlm seluruh tubuhku. Desahanku sudah berganti dgn erangan erangan liar kata kataku semakin vulgar.

“Ahh.. Ougggggghh.. entootin terus sayaang.. genjoott.. habis meqiku..!! genjoott.. kontolmu sampe mentok..!!” Ooohh.. Herruu.. bukan maiin.. eennaaknyaa.. ngeentoot dgnmu..!!” mendengar celotehanku, Bram yg kalem berubah menjadi semakin beringas seperti banteng ketaton dan yg membuat aku benar benar takluk adalah staminanya yg bukan maiin perkasaa.., tdk pernah kudapatkan seperti ini dari suamiku.

Aku benar benar sudah lupa siapa diriku yg sudah bersuami ini, yg aku rasakan sekarang adalah perasaan yg melambung tinggi sekali yg ingin kunikmati sepuas puasnya yg belum pernah kurasakan dgn suamiku. Bram mengombang ambingkan diriku di lautan kenikmatan yg maha luas, seakan akan tiada tepinya. Akhirnya aku tdk bisa lagi menahan gelombang kenikmatan melanda seluruh tubuhku yg begitu dahsyatnya menggulung diriku

“Ngghh.. nghh .. nghh.. Bram.. Akku mau keluaar..!!” pekikanku meledak menyertai gelinjang liar tubuhku sambil memeluk erat tubuhnya mencoba menahan kenikmatan dlm tubuhku, Bram mengendalikan gerakannya yg tadinya cepat dan kasar itu menjadi perlahan sambil menekan batang kemaluannya dlm dlm dgn memutar mutar keras sekalii.. Clitorisku yg sudah begitu mengeras habis digencetnya.

“..aacchh.. Bram.. niikmaat.. tekeen.. teruuss.. itilkuu..!!”

Cerita Sex Sahabat Suamiku Jadi Pemuasku – Ledakan kenikmatan orgasmeku terasa seperti ‘forever’ menyemburkan lendir orgasme dlm Meqiku, kupeluk tubuh Bram erat sekali wajahnya kuciumi sambil mengerang mengerang dikupingnya sementara Bram terus menggerakkan sambil menekan k0ntolnya secara sangat perlahan, di mana setiap mili k0ntolnya menggesek dinding Meqiku menghasilkan suatu kenikmatan yg luar biasa yg kurasakan dlm tubuhku yg tdk bisa kulontarkan dgn kata kata.

Beberapa detik kenikmatan yg terasa seperti ‘forever’ itu akhirnya berakhir dgn tubuhku yg terkulai lemas dgn k0ntol Bram masih di dlm Meqiku yg masih berdenyut-denyut di luar kendaliku. Tanpa tergesa-gesa, Bram mengecup bibir, pipi dan leherku dgn lembut dan mesra, sementara kedua lengan kekarnya memeluk tubuh lemasku dgn erat, membuatku benar-benar merasa aman, terlindung dan merasa sangat disayangi. Ia sama sekali tdk menggerakkan k0ntolnya yg masih besar dan keras di dlm Meqiku. Ia memberiku kesempatan untuk mengatur napasku yg terengah-engah.

Setelah aku kembali “sadar” dari ledakan kenikmatan klimaks yg memabukkan tadi, aku pun mulai membalas ciumannya, memancing Bram untuk kembali memainkan lidahnya pada lidahku dan menghisap bibir dan lidahku semakin liar. Sekarang aku tdk canggung lagi bersetubuh dgn teman suamiku ini. Gairahku yg sempat menurun tampak semakin terpancing dan aku mulai kembali menggerak-gerakkan pantatku perlahan-lahan, menggesekkan k0ntolnya pada dinding Meqiku. Respon gerakan pantatku membuatnya semakin liar dan aku semakin berani melayani gairahnya yg memang tampaknya makin liar saja.

Genjotan k0ntolnya pada Meqiku mulai cepat, kasar dan liar. Aku benar-benar tdk menygka bisa terangsang lagi, biasanya setelah bersetubuh dgn suamiku setelah klimax rasanya malas sekali untuk bercumbu lagi tp kali ini Bram memberiku pengalaman baru walau sudah mengalami klimax yg maha dahsyat tadi tp aku bisa menikmati rangsangannya lagi oleh genjotan k0ntolnya yg semakin bernapsu, semakin cepat, semakin kasar, hingga akhirnya ledakan lendir birahiku menetes lagi bertubi-tubi dari dlm Meqiku.

Lalu Bram memintaku untuk berbalik, ooh ini gaya yg paling kusenangi “doggy style” dgn gaya nungging aku bisa merasakan seluruh alur alur batang kemaluan suamiku dan sekarang aku akan merasakan batang yg lebih besar lebih perkasa oohh..! dgn cepat aku berbalik sambil merangkak dan menungging kubuka kakiku lebar, kutatap mukanya sayu sambil memelas

“..Yeess….masukin kontol gedemu dari belakang kelobang meqiku..” Bram pun menatap liar dan yg ditatap adalah bokongku yg sungguh seksi dimatanya, bongkahan pantatku yg bulat keras membelah ditengah dimana bibir Meqiku sudah begitu merekah basah dibagian labia dlmku memerah mengkilat berlumuran lendir birahiku mengintip liang kenikmatanku yg sudah tdk sabar ingin melahap batang kemaluannya yg sungguh luar biasa itu.

Sambil memegang batang k0ntolnya disodokannya ketempat yg dituju

“Bleeeess..” ..Ooohh.. Bram.. teruss.. Haaannnsss.. yg.. dalaam..!! mataku mendelik merasakan betapa besaar dan panjaang batang k0ntolnya menyodok liang kenikmatanku, urat urat kemaluannya terasa sekali menggesek rongga Meqiku yg menyempit karena tertekuk tubuhku yg sedang menungging ini.

Hambatan yg selalu kuhadapi dgn suamiku didlm gaya ‘doggy style’ ini adalah pada waktu aku masih dlm tahap ‘menanjak’ suamiku sudah terlalu cepat keluar, suamiku hanya bisa bertahan kurang dari dua menit.

Tetapi Bram sudah lebih dari 10 menit menggarapku dgn gaya ‘doggy style’ ini tanpa ada tanda tanda mengendur. Oh bukan maiin..! bagai kesurupan aku menggeleng gelengkan kepalaku, aku benar benar dlmkeadaan ekstasi, eranganku sudah berubah menjadi pekikan pekikan kenikmatan, tubuhku kuayun ayunkan maju mundur, ketika kebelakang kusentakan keras sekali menyambut sodokannya sehingga batang k0ntol yg besaar dan panjaang itu lenyap tertelan oleh kerakusan lobang Meqiku. kenikmatanku bukan lagi pada tahap “menanjak” tp sudah berada di awang-awang di puncak gunung kenikmatan yg tertinggi.

“Nngk.. ngghh..Bram..akuu mau keluaar lagii.. aargghh..!!” aku melenguh panjang menyertai klimaksku yg kedua yg kubuat semakin nikmat dgn mendorong pantatku ke belakang keras sekali menancapkan k0ntolnya yg besar sedlm-dlmnya di dlm Meqiku, sambil kukempot kempotkan Meqiku serasa ingin memeras batang kemaluannya untuk mendapatkan seluruh kenikmatan semaksimum mungkin.

Setelah mengejang beberapa detik diterjang gelombang kenikmatan, tubuhku melemas dipelukan Bram yg menindih tubuhku dari belakang. Berat memang tubuhnya, namun Bram menyadari itu dan segera menggulingkan dirinya, rebah di sisiku. Tubuhku yg telanjang bulat bermandikan keringat terbaring pasrah di ranjang, penuh dgn rasa kepuasan yg maha nikmat yg belum pernah aku rasakan sebelumnya dgn suamiku.

Bram memeluk tubuhku dan mengecup pipiku, membuatku merasa semakin nyaman dan puas.

“Mira aku belum keluar sayang..! tolongin aku isepin kontolku sayaang..!” Aku benar benar terkejut aku sudah dua kali klimaks tp Bram belum juga keluar, bukan main perkasanya. biasanya malah suamiku lebih dulu dari aku klimaksnya kadang kadang aku malah tdk bisa klimaks dgn suamiku karena suamiku suka terburu buru.

Merasa aku telah diberi kepuasan yg luar biasa darinya maka tanpa sungkan lagi kuselomot batang kemaluannya kujilat jilat buah zakarnya bahkan selangkangannya ketika kulihat Bram menggeliat geliat kenikmatan,

“..Ohh yess Hes.. nikmat sekalii.. teruss hes.. lumat kontolku iseep yg daleemm.. ohh.. heestyy.. saayaangg..!!” Bram mengerang penuh semangat membuatku semakin gairah saja menyelomot batang kemaluannya yg besar, untuk makin merangsang dirinya aku merangkak dihadapannya tanpa melepaskan batang kemaluannya dari mulutku, kutunggingkan pantatku kuputar putar sambil kuhentak hentakan kebelakang, benar saja melihat gerakan erotisku Bram makin mendengus dengus bagai kuda jantan liar, dan tdk kuperkirakan yg tadinya aku hanya ingin merangsang Bram untuk bisa cepat ejakulasinya malah aku merasakan birahiku bangkit lagi Meqiku terasa berdenyut denyut clitorisku mengeras lagi.

Ohh.. beginikah multiple orgasme yg banyak dibicarakan teman temanku? Selomotanku makin beringas, batang yg besar itu yg menyumpal mulutku tak kupedulikan lagi kepalaku naik turun cepat sekali, Bram menggelinjang hebat, akhirnya kurasakan Meqiku ingin melahap kembali batang kemaluannya yg masih perkasa ini, dgn cepat aku lepas k0ntolnya dari mulutku langsung aku merangkak ke atas tubuhnya kuraih batang kemaluannya lalu kududuki sembari ku tuju ke Meqiku yg masih lapar itu. Bleess.. aachh..aku merasakan bintang bintang di langit kembali bermunculan.

“..Ooohh..Mira..kau sungguuh seksiiiii..sekaliiii….masuukin kontolku..!!” Bram memujiku setinggi langit melihat begitu antutiasnya aku meladeninya bahkan bisa kukatakan baru pertama kali inilah aku begitu antusias, begitu beringas bagai kuda betina liar melayani kuda jantan yg sangat perkasa ini.
“..Yess.. Bram.. yeess.. kumasukkan kontolmu yg perkasa ini..!” kuputar-putar pinggulku dgn cepatnya sekali kali kuangkat pantatku lalu kujatuhkan dgn derass sehingga batang k0ntol yg besar itu melesak dalaam sekali..

“..aachh.. Mirrrraaaaa.. putaar.. habiisiin kontoolku.. eennakk.. sekaallii..!!” giliran Bram merintih mengerang bahkan mengejang-ngejangkan tubuhnya, tdk bisa kulukiskan betapa nikmatnya perasaanku, tubuhku terasa seringan kapas jiwaku serasa diombang ambing di dlm lautan kenikmatan yg maha luas kucurahkan seluruh tenagaku dgn memutar menggenjot bahkan menekan keras sekali pantatku, kali ini aku yg berubah menjadi ganas dan jalang, bagaikan kuda betina liar aku putar pinggulku dan bagai penari perut meliuk meliuk begitu cepat.

K0ntolnya kugenjot dan kupelintir habiss.. bahkan kukontraksikan otot-otot Meqiku sehingga k0ntol yg besar itu terasa bagai dlm vacum cleaner terhisap dan terkenyot didlm liang Meqiku. Dan yg terjadi adalah benar benar membuatku bangga sekali, Bram bagai Layg-layg putus menggelinjang habis kadang mengejangkan tubuhnya sambil meremas pantatku keras sekali, sekali-kali ingin melepaskan tubuhku darinya tp tdk kuberikan kesempatan itu bahkan kutekan lagi pantatku lebih keras, batang k0ntolnya melesak seluruhnya bahkan rambut kemaluannya sudah menyatu dgn rambut kemaluanku, clitorisku yg lapar akan birahi sudah mengacung keras makin merah membara tergencet batang kemaluannya. Badanku sedikit kumiringkan ke belakang, buah zakarnya kuraih dan kuremas-remas.

“..Ooohh.. aachh.. yeess.. Miiiirrrr.. yeess..!!”Bram membelalakan matanya sama sekali tdk menygka aku menjadi begitu beringass..begitu liaar.. menunggangi tubuhnya, lalu Bram bangkit, dgn posisi duduk ia menylomot buah dadaku… aachh tubuhku semakin panaas.. kubusungkan kedua buah dadaku.
“..selomot.. pentilku.. dua. duanya.. Miirr..yeess..!! …sshh.. …oohh..!! mataku menjadi berkunang kunang,
“..Ooohh.. Miraaaa.. nikmatnya bukan main posisi ini..! batang kontolku melesak dlm sekali menembus meqimu..!”

Bram mendengus-dengus kurasakan batang k0ntolnya mengembung pertanda spermanya setiap saat akan meletup,

“..Ohh.. sshh..aahh.. Bram ..keluaar.. bareeng..sayaannghh..!! jiwaku terasa berputar putar..! “..yess..Miiirrrrr..akuuu…keluarkan diluar apa didlm..?”.
“..Ohh..Bram Peniissssmu..jaangaahhn..dicabuut..keluarin..didalaam..!!

Tiba tiba bagaikan disetrum jutaan volt kenikmatan tubuhku bergetar hebat sekalii..! dan tubuhku mengejang ketika kurasakan semburan dahsyat di dlm rahimku,

“..aachh. jepiit kontoolku..yeess..sshh..Oouuuhh..nikmaatnya..meqimu Miraaa..!!” Bram memuncratkan air maninya di dlm rongga Meqiku, terasa kental dan banyak sekali.

Akupun mengelinjang hebat sampai lupa daratan

“..Nggkkh.. sshh.. uugghh.. Heerru.. teekeen kontoolmu.. sampe mentookkhh.. sayaang.. aarrgghh..!! gelombang demi gelombang kenikmatan menggulung jiwaku, ooh benar benar tak kusangka makin sering klimaks makin luar biaasaa rasa nikmatnya jiwaku serasa terbetot keluar terombang ambing dlm lautan kenikmatan yg maha luas.

Kutekan kujepit kekepit seluruh tubuhnya mulai batang k0ntolnya pantatnya pinggangnya bahkan dadanya yg kekar kupeluk erat sekali.

Seluruh tetes air maninya kuperas dari batang kemaluannya yg sedang terjepit menyatu di dlm liang Meqiku. aarrgghh.. Nikmatnya sungguh luar biaasaa!! Oohh Bram aku kuatir akan ketagihan dgn batang k0ntolmu yg maha dahsyat ini!! Akhirnya perlahan lahan kesadaranku pulih kembali, klimaks yg ketiga ini membuat tubuhku terasa lemas sekali, Bram sadar akan keterbatasan tenagaku, akhirnya ia membaringkan tubuhku di dadanya yg kekar, aku merasakan kenyamanan yg luar biasa, kepuasanku terasa sangat dihargainya.

3 kali klimaks bukanlah hal yg mudah bagiku untuk mendapatkannya didlm satu kali permainan seks. Bram telah menaklukan diriku luaar.. dalaam..!! akan kukenang kejadian ini selama hidupku. Tiba tiba Bram melihat jam lalu dgn muka sedih ia mengatakan kepadaku bahwa ia harus menemui seseorang, akupun tak kuasa menahannya, aku hanya mengangguk tak berdaya.

Namun hingga kini, persetubuhan batin dlm diriku masih terus berlangsung. Di lain pihak aku tetap ingin mencintai suamiku, walaupun ia tak bisa memberikan apa yg telah diberikan Bram padaku. Aku masih merindukan dan menginginkan sentuhan kejantanan Bram. Cerita sex, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa “Cerita Dewasa: Ngentot Sama Mas Bram Teman Saumiku” dan foto sex bugil tante bispak abg hot terbaru 2016

Cerita Ngentot Memek Mbak Fara Masih Terasa Basah

Forum dewasa yg berisikan cerita sex terbaru, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa “Cerita Ngentot Memek Mbak Fara Masih Terasa Basah” dan foto sex bugil tante bispak abg hot terbaru 2016 – Kejadiannya pada tahun 2000 lalu, ketika itu aku sedang jalan-jalan di malam hari di dekat pantai dgn mengendarai sepeda motor. Tiba-tiba dari kejauhan aku melihat seorang wanita sedang berjongkok-jongkok di pinggir sebuah Maestro putih. Langsung saja kuhampiri dan diketahui kalau ban mobil sebelah kanan bocor. Untunglah dia memiliki ban serep, sehingga aku menawarkan diri untuk membantu.

Cerita Ngentot: Memek Mbak Fara Masih Terasa Basah
Singkatnya, dari pembicaraan ringan selama membantu ganti ban tersebut, kuketahui bahwa dia seorang yg sdh berkeluarga, berumur 34 tahun, keturunan Chinese, dan (untuk bentuk fisik, aku sdh ada pengalaman dari kejadian sebelumnya), tinggi kira-kira 160 cm, seperti kebanyakan Chinese berkulit kuning, mata (nah ini dia) tdk terlalu sipit (mirip mata di film kartun Jepang), rambut hitam sebahu, ukuran dada 34B.

Karena berbincang-bincang, tdk terasa ban serep sdh terpasang. Dan dia memperkenalkan diri bahwa namanya Fara (seperti nama cowok?), dan ketika dia menyodorkan uang dua lembar puluhan ribu sebagai tanda terima kasih, dgn halus aku menolaknya,

“Begini saja Mbak, bagaimana kalau lain waktu aku boleh main ke rumah, kebetulan aku tdk ada saudara di kota ini.”

Aku mulai mengeluarkan jurus perkenalan yg berkelanjutan (seperti film silat saja).

“Oh tentu saja… ini alamatku,” sambil menyodorkan kartu nama lengkap dgn nomor HP-nya.
“Tp jangan minggu ini, karena aku akan berpergian ke Jakarta, menengok saudara,” lanjutnya lagi.
“Oh kebetulan aku juga dari kota Jakarta, dan di sini aku kuliah… mungkin kalau ke sana bisa main Mbak.”
“Tentu saja… eh terima kasih lho Dik, jarang lho yg mau nolong dan tdk mau terima uang… maaf ya..” sambungnya sambil nyelonong masuk mobil.
“Sakti… panggil saja aku Sakti”.

2 minggu kemudian, setelah selama ini berjalan apa adanya, aku memberanikan diri telepon ke HP-nya.

“Mbak Fara… ini Sakti… masih ingat kan?”
“Sakti… sebentar… yg mana ya… oh iya yg bantu aku betulin ban itu ya, dimana nih, kok kode areanya bukan di sini?”
“Oh… kebetulan aku sedang di kota M, main-main saja kok, nanti sore pulang, besok boleh main ke sana nggak?”
“Lho kenapa tunggu besok? Perjalanan ke sini kan nggak sampai 3 jam, langsung mampir aja ke rumah Mbak, pasti capek kan. Nah kita bisa makan malam sama-sama, kebetulan ada suami Mbak di sini, sekalian kenal, gitu lho.”
“Ok deh, kalau sempat aku ke sana.”

Empat jam kemudian, setelah mampir dulu ke tempat kos, mandi, dan berpakaian agak rapi, aku berangkat ke rumah Mbak Fara.

“Lho kok rapi amat, kenapa nggak mandi di sini saja, atau bisa langsung renang sekalian membersihkan badan,” jawab Mbak Fara setelah aku tiba di pintu rumahnya, sekilas tampak sebuah rumah yg cukup besar dgn halaman yg lebih luas dari rumahnya, kolam renang ada di sebelah kanan.
“Nah ini Om Candra, suami Mbak… untung Om ada di S, biasanya ada di Jakarta, dua minggu sekali datang ke sini, dan besok sdh pergi ke Jakarta lagi.” Acara perkenalan dan makan malam ini berlangsung hingga jam 10 malam dan dilanjutkan dgn acara santai.

Mbak Fara mengajak renang. Sepertinya Mbak Fara biasa renang karena dari bodinya yg aduhai.

“Wah aku nggak bawa celana renang Mbak.”
“Lho buat apa pakai celana renang, ini kan di rumah, siapa yg mau lihat… kita mau jungkir balik di kolam ini, juga nggak ada siapa-siapa, kecuali Om.”

Memang benar sih, rumah sebesar ini tdk ada siapa-siapa, pembantu pun datangnya hanya pagi hingga sore, setelah itu pulang. Belum sempat aku melihat suasana, tiba-tiba Mbak Fara sdh nyebur ke kolam, sementara Om Candra asyik dgn Play Station di ruang tengah.

“Ayo nyebur aja! Mbak sdh kedinginan nih…” Karena sdh pengalaman dgn wanita, maka aku langsung nyebur saja, dgn sebelumnya menanggalkan semua bajuku.

Benar saja, kolam renang di malam hari ini sangat dingin, dan aku cukup menggigil. Untung saja aku pandai renang (dulu sejak kecil aku ikut klub renang, dan semua gaya aku kuasai). Sedang asyik-asyiknya mengapung, Mbak Fara menyelam dan menyilang di bawahku, semilir gerakan air akibat reflek Mbak Fara membuat tubuhku bergetar.

“Dik, burungmu bagus juga… sayang kedinginan tuh..” Sialan, aku lupa ketika dia lewat di bawahku, tentu saja semua tampak nyata baginya, justru aku yg belum memperhatikan Mbak Fara.
“Nggak usah malu… dari awal aku punya firasat kalau Dik Wibawa sdh pengalaman dgn wanita dan boleh dong sekarang kita main di kolam ini,” sambil bercanda memercikkan air kolam.
“Om Candra gimana?”
“Oh dia itu orangnya ‘free life style’, dan Mbak Fara ini istri keduanya.”

Akhirnya gantian aku yg menyelam dan menyerempet ke tubuh Mbak Fara. Ternyata Mbak Fara sangat seksi, baru kali ini aku melihat wanita Chinese telanjang, dan bulunya tdk terlalu lebat, sepertinya rajin merawat dan mencukur. Tanpa dikomando, masih di kolam renang, kami saling merapatkan diri dan mulai mencumbu Mbak Fara. Ternyata Mbak Fara termasuk penikmat seks sejati. Lebih hebat dari wanita yg dulu pernah main dgnku.

Bisa pembaca bayangkan, kami saling berguling-guling di kolam renang, kadang aku di atas, kadang Mbak Fara di atas. Karena suasana semakin hot, maka kami naik dan rebahan di pinggir kolam. Batang penisku segera dikulumnya. Sangat dahsyat,

“Aaagghhhh.. Mbak… teerruuussss Mbak..” Karena aku tdk ingin ketinggalan moment, kami mengambil posisi 69, dan segera kulumat habis lubang meqi Mbak Fara.

Baru kali ini aku merasakan kemaluan cewek Chinese, dan kemaluan Mbak Fara cepat banjir, tdk seperti cewek Indonesia.

“Dik… masukin dong.. mmmpphhhhhh… ayo Dik masukin… aku sdh mau keluar nih… Aaaggghhhh…”

Batang penisku sdh tegak berdiri dan kuarahkan ke lubang meqi Mbak Fara. Wow, lubang meqi cewek Chinese sangat sempit dan batang penisku terjepit rapat, suatu perasaan yg sensasional kurasakan tdk karuan. Padahal aku belum memompa dgn sekuat tenaga.

“Mbak… gimana rasanya… mmmhhh…” desahku menahan nafas (dan mengatur posisi).
“Ohkkhh… Dik, baru kali ini aku main dgn pria pribumi… ohkkk pelan-pelan…” ucapnya terputus-putus.
“Oh yes, yes… terus Dik.. yes terusss kkhh… Ohh.. ohh.. ohh…” suaranya makin meninggi (beda dgn wanita yg pernah kuhadapi).
“Mmpphhhhh ooohhhh… uuuhhh push.. push… Dik.. terus yg keras Dik… terus… lebih dalam… ouuugghhh…”

Mbak Fara melengking, menandakan dia orgasme. Dan…

“Oooogghhhhh…” reflek aku memuncratkan air maniku, sekali lagi kemaluan cewek Chinese terasa lebih sempit dan sangat basah, sehingga menimbulkan gelora yg luar biasa.
“Dik, pernah main di dalam air nggak…” Belum selesai bicara aku sdh ditarik ke kolam renang.

Pembaca bisa membayangkan, sambil mengapung, kami saling tarik dorong, menggoyangkan pinggul. Meskipun sdh klimaks, tdk perlu menunggu waktu lama, burungku sdh tegang, dan yg kali ini lebih tegang lagi. Meskipun di air, kemaluan Mbak Fara masih terasa basah dan hangat, semilir air yg bergerak menambah nafsu kami berdua dan gerakan kami saat ini lebih lambat dan terkontrol.

Gerakan air seirama dgn gerakan batang penisku yg maju-mundur kelubang meqi Mbak Fara. Teriakannya kini lebih teratur. Mbak Fara menikmati permainan yg kedua. Tdk sampai 15 menit kami sdh lemas menyambut datangnya orgasme yg kedua, dan air maniku bercampur dgn air kolam. Cerita sex, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa “Cerita Sex: Memek Mbak Fara Masih Terasa Basah” dan foto sex bugil tante bispak abg hot terbaru 2016

Selasa, 27 September 2016

Cerita Dewasa Janda Keturunan China

Cerita sex terbaru: Cerita Dewasa Sex Janda 2016 “Cerita Dewasa Janda Keturunan China”, Cerita Sex SMA 2016, Cerita Dewasa Sedarah Terbaru, Cerita Sex Thresome Terbaru, Cerita Sex Perkosaan 2016, Foto Bugil Hot 2016, Foto Cewek Mesum Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2016,

Forum Dewasa kali ini menceritakan pengalaman Sex dari seorang Staff Hotel berbintang di kota “S”. Pria Ini bernama Danang, pada saat itu ketika danang menghuni kos barunya, ida mendapatkan kenalan seorang janda bernanak satu keturunan Chinese. Singkat cerita hari demi hari merekapunsemakin dekat dan pada akhirnya. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.


Cerita Dewasa Janda Keturunan Chinese


Hey para pembaca, namaku Danang, usiaku saat ini 27 tahun danmasih singgle.Aku adalah seorang staaf disalah satu hotel berbintang diaerah kota “S”. Okey saat ini saya akan menceritakan tentang kisah sexku yang terbilang sangat cepat,nikmat, dan instan sekali layaknya mie instan.hhe. Oke langsung ke alur cerita saja. Kejadian ini berawal ketika aku sedang mencari tempat kos di kota “S”. Nampaknya untuk mencari kos di kota “S” itu sangatlah mudah didapat, tidak perlu sampai berhari-hari untuk mendapatkan kost.


Sampai pada akhirnya aku-pun mendaptkan temat kost, dan aku mulai menempati kost-kuyang baru. Karena aku di Kost itu anak baru, maka aku mulai berkenalan dengan penghuni kost lainya, namun aku memulai dengan seorang wanita yang kamar kosnya tepat berada disampingku. Panggil saja nama wanita itu Olivia, ketika berkenalan denganku, umur Olivia sekitar 30.


Oh iya guest, di usianya yang tergolong masih muda itu, Olivia sudah menyandang status janda beranak satu dan dia adalah keturunan chinese. Singkat cerita perkenalanku dengan Olivia berlanjut dan hari-demi hari kamipun semakin dekat saja. Sampai pada hari itu, ketika aku baru selesai mandi sore, ketika aku keluar kamar aku melihat Olivia sedang duduk di kamarnya sembari menonton televisi.


Seperti yang kukatakan tadi, karena kamar kami berdekatan, hal ini memudahkanku untuk mengetahui apa yang dilakukanya pada setiap harinya. Pada saat itu keadaanku masih mengenakan handuk, aku iseng dengan menggoda Olivia. Dengan Expresi wajah yang terkejut, Olivia balik menggodaku, dan aku-pun semakin berani untuk menggoda Olivia.


Ketika itu diapun mengejarku karena aku menggodanya tadi. Pada saat Olivia mengejarku aku-pun berpura-pura untuk berusaha menghindar dan mencoba masuk ke kamarku. Tidak kusangka, sesampainya aku masuk kekamarku Olivia-pun berani masuk sampai kamarku, dan dia tidak menghentikan niatnya untuk mengejarku.


“ Danang… awas kamu yah… kalau sampai kena, aku perkosa kamu nanti biar tahu rasa... “, ucapnya sembari terus menangkapku.


“ Perkosa ??? coaba aja kalau kamu berani... weeeekkk… “, ucapku menatang dengan penuh harapan bahwa dia akan benar-benar memperkosaku.


Saat itu aku berhenti berlari, dan aku mulau menatap kedua matanya, aku melihatmata Olivia saat itu nampak ada sebuah hasrat dan kerinduan yang selama ini terpendam karena dia sudah lama tidak dijama oleh Pria. Tidak kusangka ternyata Olivia saat itu menutup pintu kamark. Tanpa banyak bicara, aku-pun aku tahu maksud Olivia, lalu akupun meladeni olivia dengan penuh gairah.


Mulailah aku meraih tangan Olivia, tanpa perlawanan Olivia, kemudian kami-pun saling berciuman. Benar-benar agresif dan liar wanita cantik ini. Belum lagi aku mampu berbuat lebih banyak, ternyata dia menyambar handuk yang kukenakan. Setelah handukuku terbuka, Olivia-pun melihat Penisku yang sudah setengah berdiri itu. Tanpa basa-basi, dia menyambar Penisku serta meremas-remasnya.


“ Ssss… Aghhh… nikmat sekali Liv... terus Liv... Aghhh… “, desahku.


Ternyata desahanku itu mengundang gairahnya untuk berbuat lebih jauh dan lebih liar lagi. Lalu tiba-tiba dia berjongkok, dan melumat Penisku begitu saja,


“ Oughhh... Ssss... Aghhh..... ... Nikmmaat… “, desahku lagi.


Olivia sangat mahir sekali melakukan itu, dia seperti tidak memberikan kesempatan kepada untuk berbuat tanya. Dengan semangat, dia terus mengulum dan mengocok Penisku. Aku terus dibuai dengan sejuta kenikmatan. Sambil terus mengocok, mulutnya terus melumat dan memaju-mundurkan kepalanya.


“ Oughhh... aduhh... ”,


Akhirnya hampir 12 menit aku merasakan ada sesuatu yang mendesak hendak keluar dari Penisku.


“ Oughhh... tahann... Ssss… Aghhh... aku mau kkeluaar... Liv... Aghhhh…. ”, rintihku menuju klimaks.


Karena memang kuluman Olivia sangatlah mahir dan liar, tidak lama setelah itu,


“ Crottt… Crottt… Crottt… ”


Tersemburlah spermaku ke dalam mulutnya. Sambil terus mengocok dan mengulum kepala Penisku, Olivia berusaha membersihkan segala mani yang masih tersisa. Aku merasakan nikmat yang luar biasa. Olivia tersenyum. Lalu aku mencium bibirnya. Kami berciuman kembali. Lidahnya terus dimasukkan ke dalam mulutku. Aku sambut dengan mengulum dan menghisap lidahnya.


Perlahan-lahan Penisku bangkit kembali. Kemudian, tanpa kuminta, Olivia melepaskan seluruh pakaiannya termasuk bra dan CDnya. Mataku tak berkedip. Buah payudaranya yang montok berwarna putih mulus dengan puting yang kemerahan terasa menantang untuk kulumat. Kuremas-remas lembut payudaranya yang semakin bengkak.


“ Oughhhh... Teruss Nang... Teruss... “, desahnya.


Kuhisap-hisap pentilnya yang mengeras, semnetara tangan kiriku menelusuri pangkal pahanya. Akhirnya aku berhasil meraih belahan yang berada di celah-celah pahanya. Tanganku mengesek-geseknya. Desahan kenikmatan semakin melenguh dari mulutnya. Kemudian ciumanku beralih ke perut dan terus ke bawah pusar. Aku membaringkan tubuhnya ke kasur.


Tanpa diperintah, kusibakkan pahanya. Aku melihat vaginanya berwarna merah muda dengan rumput-hitam yang tidak begitu tebal. Dengan penuh nafsu, aku menciumi Vaginanya dan kujilati seluruh bibir Vaginanya.


“ Oughhh... teruss... Nang... Aduhh... Nikmat...”, ucap Olivia menikmati jilatanku.


Aku terus mempermainkan klitorisnya yang lumayan besar. Seperti orang yang sedang mengecup bibir, bibirku merapat dibelahan vaginanya dan kumainkan lidahku yang terus berputar-putar di kelentitnya seperti cacing kepanasan,


“ Nang... Oughhh... terus sayang... Ssss… Aghhh... “,


Desah kenikmatan yang keluar dari mulutnya, semakin membuatku bersemangat. Kusibakkan bibir kemaluannya tanpa menghentikkan lidah dan sedotanku beraksi.


“ Sruppp…Sruppp… “, , suara sedotaku di Vaginanya.


Seiring dengan liarnya lidahku memainkan Klitorisnya, dia,


“ Oughhh... Nikmat... Teruss... Teruss...”, teriakannya semakin merintih.


Tiba-tiba dia menekankan kepalaku ke Vaginanya, kuhisap kuat lubang Vaginanya. Ia mengangkat pinggul, cairan lendir yang keluar dari Vaginanya semakin banyak.


“ Ughhh... Ssss… Aghhh… A… aa… aku... keluuaarr... sayang… oughhh… “, , ucapku menuju klimaks.


“ Crottt… Crottt… Crottt… “,


Ternyata Olivia mengalami orgasme yang dahsyat. Sebagaimana yang dia lakukan kepadaku, aku juga tidak menghentikan hisapan serta jilatan lidahku dari Vaginanya. Aku menelan semua cairan yang kelyuar dari Vaginanya. Terasa sedikit asin tapi nikmat. Olivia masih menikmati orgasmenya, dengan spontan, aku memasukkan Penisku ke dalam Vaginanya yang basah.


“ Blesss…. Oughhh... yeahhh… nikmat sekali… “, , ucapku.


Tanpa mengalami hambatan, Penisku terus menerjang ke dalam lembutnya vagina Olivia.


“ Oughhh... Oliviaa... sayang... nikmat “, , ucapku.


Batang Penisku sepeti dipilin-pilin. Olivia yang mulai bergairah kembali terus menggoyangkan pinggulnya.


“ Oughhh... Nang... Terus... Sayang... Eumm… Aghhh...”,


Penisku kuhujamkan lagi lebih dalam. Sekitar 15 menit aku menindih Olivia... Lalu ia meminta agar aku berada di bawah.


“ Kamu di bawah ya, sayang... “, bisiknya penuh nikmat.


Ketika itu aku hanya pasrah, tanpa melepaskan Penisku dari Vaginanya, kami merubah posisi. Dengan semangat menggelora, Penisku terus digoyangnya. Olivia dengan hentakan pinggulnya yang maju-mundur semakin menenggelamkan Penisku ke liang Vaginanya.


“ Oughhh... Remas payudaraku... Sayangg…. Terus sayang... Oughhh... “, erangan kenikmatan terus memancar dari mulutnya.


“ Oughhh... Olivia... terus goyang sayang... “, teriakku memancing nafsunya.


Benar saja. Kira-kira 15 menit kemudian goyang pinggulnya semakin dipercepat. Sembari pinggulnya bergoyang, tangannya menekan kuat ke arah payudaraku. Aku mengimbanginya dengan menaikkan pinggulku agar Penisku menghujam lebih dalam.


“ Nangi... Ah... aku... Keluar sayang... Oughhh... “,


Ternyata Olivia telah mencapai orgasme yang kedua. Aku semakin mencoba mengayuh kembali lebih cepat. Karena sepertinya otot kemaluanku sudah dijalari rasa nikmat ingin menyemburkan sperma. Kemudian aku membalikkan tubuh Olivia, sehingga posisinya di bawah. Aku menganjal pinggulnya dengan bantal. Aku memutar-mutarkan pinggulku seperti biduan dangdut,


“ Oughhh... Olivia... Nikmatnya... Aku keluuarr... “,


“ Crottt... Crottt... Crottt... “,


Aku tidak kuat lagi mempertahankan sepermaku... Dan langsung saja memenuhi liang vagina Olivia.


“ Oughhh... Nang... kau begitu perkasa.”,


Telah lama aku menantikan hal ini. Ujarnya sembari tangannya terus mengelus punggungku yang masih merasakan kenikmatan karena, Olivia memainkan otot kemaluannya untuk meremas-remas Penisku. Kemudian, tanpa kukomando, Olivia berusaha mencabut Penisku yang tampak mengkilat karena cairan spermaku dan cairan Vaginanya.


Dengan posisi 69, kemudian ia meneduhi aku dan langsung mulutnya bergerak ke kepala Penisku yang sudah mulai layu. Aku memandangi lubang Vaginanya. Olivia terus mengulum dan memainkan lidahnya di leher dan kepala Penisku. Tangan kanannya terus mengocok-ngocok batang Penisku. Sesekali dia menghisap dengan keras lubang Penisku. Aku merasa nikmat dan geli.


“ Oughhhh... Olivia... Geli... “, desahku lirih.


Namun Olivia tidak peduli. Ia terus mengecup, mengulum dan mengocok-ngocok Penisku. Aku tidak tinggal diam, cairan rangsangan yang keluar dari vagina Olivia membuatku bergairah kembali. Aku kemudian mengecup dan menjilati lubang Vaginanya. Kelentitnya yang berada di sebelah atas tidak pernah aku lepaskan dari jilatan lidahku. Aku menempelkan bibirku dikelentit itu.


“ Oughhh... Nang... nikmat... ya... Oughhh... “, desahnya.


Olivia menghentikan sejenak aksinya karena tidak kuat menahan kenikmatan yang kuberikan.


“ Oughhh... Terus... Ssss… Aghhh… “, desahnya sembari kepalanya berdiri tegak.


Kini Vaginanya memenuhi mulutku. Ia menggerak-gerakkan pinggulnya.


“ Oughhhh... Yaahh. Teruss... Oughhh... OoOughhhh”, aku menyedot kuat vaginanya.


“ Sayang... Oughhhh... aku… keluar... aghhh…. “, , ucap Olivia menuju klimaksnya lagi.


Lalu Olivia-pun menghentikan gerakannya, tapi aku terus menyedot-nyedot lubang Vaginanya dan hampir senmua cairan yang keuar masuk kemulutku. Kemudian dengan sisa-sisa tenaganya, Penisku kembali menjadi sasaran mulutnya. Aku sangat suka sekali dan menikmatinya. Kuakui, Olivia merupakan wanita yang sangat pintar membahagiakan pasangannya.


Olivia terus menghisap dan menyedoti Penisku sembari mengocok-ngocoknya. Aku merasakan nikmat yang tiada tara.


“ Oughhh... Olivia... Teruss... Teruss... “, rintihku menahan sejuta kenikmatan.


Olivia terus mempercepat gerakan mulutnya dengfan liarnya,


“ Oughhh... Olivia... Aku... Keluuarr... Oughhh... “,


“ Crottt… Crottt… Crottt… “,


Spermaku tumpah ke dalam mulutnya. Sementara Olivia seakan tidak merelakan setetespun spermaku meleleh keluar.


“ Terimakasih sayang... “, ucapku pada Olivia.


Saat itu aku-pun merasa sangat puas lalu Olivia-pun mengecup bibirku, dan,


“ Nang... mungkinkah selamanya kita bisa seperti ini. Aku sangat puas dengan pelayananmu. Aku tidak ingin perbuatan ini kau lakukan dengan wanita lain. Aku sangat puas. Biarlah aku saja yang menerima kepuasan ini.”, ucapnya puas kepadaku.


Saat itu aku mengangguk, dan memeluk Olivia ketika dia bertanya hal itu padaku. Singkat cerita semenjak kejadian itu, kami sering melakukan hubungan sexs di kamarnya mauoun dikamarku. Terkadang, kami tidur saling tumpang tindih, membentuk posisi 69, aku tertidur dengan menghirup aroma segar kemaluannya, sedangkan Olivia mengulum penisku.


Tak jarang di kala pagi hari ketika penisku ereksi, Olivia sering mengkulum penisku yang ereksi itu, sementara aku dengan cueknya tetap tidur sambil menikmati oralnya, terkadang aku jilat Vaginanya karena gemas. Intinya kami lakukan sesuai mood kami. Hubungan ini kami lakukan secara diam-diam tanpa ada sepengetahuan penghuni kos lainya. Sungguh indah sekali tinggal di kost itu, jika ereksi tinggal panggil lalu beraksi.hhe. Selesai.

Cerita Dewasa Kakak Istriku Janda Kesepian

Cerita sex Terbaru: Cerita Dewasa Sex Janda 2016 “Cerita Dewasa Kakak Istriku Janda Kesepian“ Cerita Sex Sedarah 2016, Cerita Dewasa Perawan Terbaru, Cerita Sex Bispak Terbaru, Cerita Sex Skandal 2016, Foto Cewek Bugil 2016, Foto Cewek Hot Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2016,

Forum Dewasa kali ini menghadirkan cerita Skandal Sex antara Seorang Pria bernama Erlang dengan Kakak iparnya. Kisah ini bisa terjadi karena Erlang yang khilaf karena melihat Kakak iparnya yang cantik dan cenderung pendiam. Singkat cerita akhirnya mereka berdua0-pun melakukan Skandal Sex dirumah Erlang, yang kebetulan Kakak ipar Erlang menginap selama 10 hari dirumah Erlang. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.


Cerita Dewasa Kakak Istriku Janda Kesepian


Perkenalkan namaku Erlang, aku seorang Pria yang sudah beristri, aku akan membagikan sedikit cerita skandalku dengam kakak iparku sendiri. Sudah menjadi kebiasaanku bersetubuh dengan wanita yang usianya lebih tua dariku. Kakak iparku yang pendiam dan agak islamik ini memang sangat membuat aku penasaran. Entah kerasukan setan mana hingga aku bisa tergiur dengan kakak iparku yang bisa dibilang dia adalah orang alim.


Awal mula kejadian ini terjadi ketika suatu hari dirumahku kedatangan tamu dari Jambi. Tamu itu ternyata adalah kakak tertua dari istriku yang bernama Anggi. Dia datang ke Jakarta dikarenakan tugas dari kantornya untuk ikut seminar di kantor pusat sebuah perusahaan pemerintah. Anggi ini mempunyai jabatan sebagai kepala cabang di Jambi.


Sampai pada akhirnya Anggi memutuskan untuk menginap dirumah kami. Dari pada menginap di hotel, mendingan uang hotelnya disimpan untuk beli buah tangan. Anggi tinggal dirumahku selama 10 hari. Usia Anggi saat ini 38 tahun, status dia kebetulan adalah seorang Janda. Dia menjanda bukan karena keinginannya, tetapi karena suaminya telah meningal 1 tahun yang lalu karena sebuah kecelakaan.


Anggi ini orangnya cantik, berkulit putih, dan mempunyai tinggi yang proposional. Lebih tepatnya kubilang anggun karena orangnya cenderung diam dan sangat religius. Selama di tinggal dirumahku, setiap ada kesempatan aku dan istriku mengajak Anggi untuk berjalan-jalanm, maklum ini kunjungan pertamanya ke Jakarta. Kami berencana weekend ini akan pergi ke Ragunan.


Sammpai pada akhirnya tibalah Weekend yang kami nantikan. Tidak disangka rencana kamipun gagal, istriku ternyata punya tugas mendadak dari kantor. Gagal deh rencana jalan-jalan ke Taman Safari. Istriku mengusulkan agar aku tetap mengantar Anggi jalan-jalan misalkan ke Ancol saja dan pulangnya bisa jemput istriku di Mangga Dua.


Sebenarnya aku agak malas kalau pergi tanpa istriku. Bukan karena malas mengantar, tetapi aku merasa kaku jika harus jalan berdua dengan Anggi karena orangnya pendiam. Akupun menduga Anggi pasti tidak mau, tapi ternyata dugaanku salah, Anggi ternyata setuju dengan ide dari istriku.


Ketika itu pagi-pagi sekali istriku berangkat kerja dengan naik kereta listrik (KRL) dari stasiun Pondok Ranji. Rumahku yang didaerah Bintaro cukup jauh dari Mangga Dua dan Ancol. Sementara menunggu Anggi yang lagi jalan-jalan pagi aku sendirian dirumah menyeruput kopi dan merokok. Kami berencana jalan jam 10 pagi.


Sehabis ngopi dan merokok, aku kembali tidur-tiduran di kamarku menunggu jam. Pikiranku melayang membayangkan kakak istriku ini. Anggi Tati sangat menarik perhatianku secara sexual. Jeleknya aku, mulia keluar. Aku tertantang menaklukkan wanita baik-baik, aku tertantang menaklukkan Anggi. Mumpung ada kesempatan. Dasar setan selalu mencari kesempatan menggoda.


Aku mengatur jebakan untuk memancing Anggi. Aku buru-buru mandi membasuh badan dan keramas. Dengan mengenakan handuk aku menunggu kepulangan Anggi dari olahraga paginya. Sekitar 10 menit aku menunggu dibalik horden dan kulihat Anggi memasuki pagar depan dengan pintu besi yang agak berderit.


Sengaja pintu rumah aku tutup tapi dibiarkan tak terkunci. Aku berlalu menuju kamarku dan segera memasang jebakan untuk mengejutkan Anggi. Aku masuk kamarku dan segera bertelanjang bulat. Pintu kamar kubuka lebar-lebar, jendela kamar juga kubuka biar isi kamar mendapat penerangan jelas.


Kudengar pintu depan berbunyi seperti ditutup. Akupun mulai beraksi. Dengan bertelanjang bulat aku menunggu Anggi melewati kamarku dengan harapan dia melihat tubuh dan Penisku yang sedari tadi berdiri tegak membayangkan petualangan ini. Handuk kututupkan ke kepala seolah-olah sedang mengeringkan rambut yang basah sehabis keramas.


Aku berpura-pura tidak melihat dan tidak menyadari kehadiran Anggi. Dari bakik handuk yang kusibak sedikit, kulihat sepasang sepatu kets melintas kamarku. Aku yakin Anggi pasti melihat tubuhku yang polos dengan jAnggior yang tegak berdiri. Nafsuku semakin menggeliat ketika kuamati dari balik handuk sepasang sepatu yang tadinya hampir melewati kamarku kini seperti terpaku berhenti didepan kamar tanpa beranjak.


Aku semakin aktif menggosok-gosok rambutku dan berpura-pura tak tau kalau ada orang. Beberapa detik aku berbuat begitu dan aku merencanakan sensasi berikut. Dengan tiba-tiba kuturunkan handuk dan menengok ke arah pintu kamar. Aku pura-pura kaget menyadari ada orang.


“ Upzzz… ma… maaf ya Anggi, aku kira nggak ada orang, ” kataku seraya mendekati pintu seolah-olah ingin menutup pintu.


Aku tidak berusaha menutup kemaluanku yang menantang. Malah kubiarkan Anggi terdiam memandangi tubuhku yang polos mendekat kearahnya. Dengan tenangnya seolah aku berpakaian lengkap kudekati Anggi dan sekali lagi memohon maaf.


“ Maaf ya Anggi, aku terbiasa seperti ini. Aku nggak sadar kalau ada tamu dirumah ini, ” kataku sambil berdiri didepan pintu mau menutup daun pintu.


Tiba-tiba seperti tersadar Anggi bergegas meninggalkanku sambil berkata,


“ i…i…iya , tidak apa-apa….. ”. Dia langsung masuk ke kamar belakang yang diperuntukkan kepadanya selama tingal dirumahku.


Aku kemudian memakai celana pendek tanpa CD dan mengenakan kaos oblong lantas smengetok pintu kamar Anggi,


“ Ada apa Erlang, ” ujar Anggi setelah membuka pintu.


Kulihat dia tidak berani menatapku. Mungkin malu. Membaca situasi seperti itu, aku tidak menyiakan kesempatan.


“ Anggi, maafkan Erlang ya…aku lupa kalau ada tamu dirumah ini, ” kataku merangkai obrolan biar nyambung.


“ Nggak papa kok, cuma Anggi malu hati, sungguh Anggi malu melihat kamu telanjang tadi, ” balasnya tanpa mau menatap aku.


“ Kenapa mesti malu? Kan nggak sengaja, apa lagi Anggi kan sudah pernah menikah jadi sudah biasa melihat yang tegak-tegak seperti itu, ” kataku memancing reaksinya.


“ Sejujurnya Anggi tadi kaget setengah mati melihat kamu begitu. Yang Anggi malu, tanpa sadar Anggi terpaku didepan kamarmu. Jujur aja Anggi sudah lama tidak melihat seperti itu jadi Anggi seperti terpana, ” katanya sambil berlari ketempat tidurnya dan mulai sesenggukan.


Aku jadi ngak tega. Kudekati Anggi dan kuberanikan memegang pundaknua seraya menenangkannya.


“ Sudalah nggak usah malu, kan cuma kita berdua yang tau. ” ucapku,


Melihat reaksinya yang diam saja, aku mulai berani duduk disampingnya dan merangkul pundaknya. Kuusap-usap rambutnya agak lama tanpa berkata apa-apa. Ketika kurasa sudah agak tenang kusarankan untuk mandi aja. Kutuntun tangannya dan sekonyong-konyong setan mendorongku untuk memeluk.


Ketika Anggi sudah berdiri didepanku. Lama kupeluk erat, Anggi diam saja. Mukanya diselusupkan didadaku. Payudaranya yang masih kencang serasa menempel didadaku. Sangat terasa debar jantungnya. Perlahan tangaku kuselusupkan ke balik kaos bagian belakang berbarengan dengan ciumanku yang mendarat dibibirnya.


“ Jangan Lang…dosa, ” katanya sambil melepaskan diri dari pelukanku.


Namun pelukanku tidak mau melepaskan tubuh sintal yang sedang didekapnya. Daam usaha kedua Anggi sudah menyerah. Bibirnya dibiarkan kulumat walau masih tanpa perlawanan. Ucoba lagi menyelusupkan tangan dibalik kaosnya, kali ini bagian depan. Tangan kanan yang menggerayang langsung pada sasaran, puting susu sebelah kiri. Anggi menggeliat.


Pilinan jariku di payudaranya membuat nafsunya naik. Aku tau dari desiran nafasnya yang mulai memburu. Aku heran juga dengan wanita ini, tetap diam tanpa perlawanan. Mungkin ini style wanita baik-baik. Bagusnya, semua apa yang kulakukan tidak ada penolakan.


Seperti dicocok hidungnya Anggi menurut saja dengan apa yang kulakukan terhadapnya. Perlahan kubuka kaosnya, kubukan celana panjang trainings pack-nya, kubuka Bh nya, kubuka CD-nya, Anggi diam saja. Kubopong tubuhnya ketempat tidur. Kubuka kaosku, kubuka celana pendekku, Anggi masih diam.


Lidahku mulai bermain disekujur tubuhnya. Dari ujung kepala, turun ke telinga, ke bibir, ke leher, perlahan kusapu dadanya, payudaranya kulumat dengan gigitan kecil, turun lagi kebawah, pusarnya kukorek dengan lidahku, turun lagi ke sekumpulan rambut dan kedua pahanya hujilat-jilat terus sampai keujung jempol kaki.


Aku tidak merasa jijik karena tubuh Anggi yang putih bersih sangat membangkitkan gairah. Kukangkangkan kakinya, Anggi masih diam saja. Tapi kuamati matanya terpejam menikmati sentuhan tiap jengkal ditubuhnya. Baru ketika kudaratkan sapuan lidahku di bibuir vagina dan klitorisnya Anggi tiba-tiba berteriak ,


“ Ahhhhhhhh…….. ”


“ Kenapa Anggi… Sakit?, ” tanyaku.


Anggi hanya menggeleng. Dan aktifitas jilat menjilat vagina itu kulanjutkan. Anggi menggelinjang dahsyat dan tiba-tiba dia meraung.


“ Erlang… ayo Erlang… jangan siksa aku dengan nikmat, ayo Erlang tuntaskan… Anggi udah nggak tahan, ” katanya.


Aku tidak mau berlama-lama. Tanpa banyak variasi lagi langsung kunaiki kedua pahanya dan kutusukkan Penisku kelobah surganya yang sudah basah kuyup. Dengan sekali sentak semua batangku yang panjang melesak kedalam. Agak seret kurasakan, mungkin karena sudah dua tahun nganggur dari aktifitas.


Kugenjot pantatku dengan irama tetap, keluar dan masuk. Anggi semakin menggelinjang. Aku pikir nggak usah lama-lama bersensasi, tuntaskan saja. Lain waktu baru lama. Melihat reaksinya pertanda mau orgasme , gerakan pantatku semakin cepat dan kencang.


Anggi meronta-ronta , menarik segala apa yang bisa ditariknya, bantal, sepre. Tubuhku tak luput dari tarikannya. Semua itu dilakukan dengan lebih banyak diam. Dan tiba-tiba tubuhnya mengejang,


“ Ahhhhhhhhhhhhhhhh……., ” lolongan panjangnya menandakan dia mencapai puncak. Aku mempercepat kocokanku diatas tubuhnya.


Tiba-tiba aku didikejutkan dengan hentakan tubuhnya dibarengi tanganya yang mendorong tubuhku.


“ Jangan keluarin didalam… aku lagi subur, ” suaranya tresengal-sengal ditengah gelombang kenikmatan yang belum mereda.


Kekagetanku hilang setelah tau reaksinya,


“ Baik Anggi cantik, Erlang keluarin diluar ya, ” Ucapku,


Balasku sambil kembali memasukkan JAnggior ku yang sempat terlepas dari vaginanya karena dorongan yang cukup keras. Kembali kupompa pinggulku. Aku rasa kali ini Anggi agak rileks. Tapi tetap dengan diam tanpa banyak reaksi Anggi menerima enjotanku. Hanya wajahnya yang kadang-kadang meringis keenakan.


Sampailah saatnya, ketika punyaku terasa mulai berkedut-kedut, cepat-cepat kucabut dari vagina Anggi dan kugencet batang Penisku sambil menyemprotkan sperma. Kuhitung ada lima kali Penisku meludah.


Sekujur tubuh Anggi yang mulus ketumpahan spermaku. Bahkan wajahnyapun belepotan cairan putih kental. Dan aku terkulai lemas penuh kenikmatan. Kulihat Anggi bagkit mengambil tisu dan meneyka badan serta mukanya.


“ Erlang…kamu sudah memberikan apa yang belum pernah Anggi rasakan, ” kata wanita cantik itu sambil rebahan disampingku.


Dengan persetujuan Anggi, kami menelpon istriku mengabarkan kalau batal ke Ancol karena Anggi nggak enak badan. Padahal kami melanjutkan skenario cinta yang menyesatkan. Kami masih tiga kali lagi melakukan persetubuhan. Dalam dua sesi berikut sangat kelihatan perkembangan yang terjadi sama Anggi.


Kalau permainan pertama dia banyak diam, permainan kedua mulai melawan, permainan ketiga menjadi dominan, permainan keempat menjadi buas, buas, dan sangat buas. Aku sempat memakai kondom biar bisa dengan leluasa menumpahkan sperma saat punyaku ada didalam vaginanya.


“ Aku sadar ini dosa, tapi aku juga menikmati apa yang belum pernah aku rasakan selama bersuami. Suamiku itu adalah pilihan orang tua dan selisih 20 tahun dengan Anggi. Sampai Uda meninggal, Anggi tidak pernah merasakan kenikmatan sexual seperti ini. Sebetulnya Anggi masih kepengen nikah lagi tapi tidak pernah ketemu orang yang tepat. Mungkin posisi Anggi sebagai kepala bagian membuat banyak pria menjauh. ”


Singkat cerita sejak kejadian itu, selama kakak iparku berada di rumahku kamipun sering melakukan hubungan Sex jika ada kesempatan. Sungguh ini adalah dosa terindah yang pernah aku rasakan, Terima kasih Anggi, you make me feel so Good. Selesai.

Cerita Dewasa Pesona Janda Keturunan Arab

Cerita Sex Terbaru Cerita Dewasa Sex Janda 2016 “Cerita Dewasa Pesona Janda Keturunan Arab”, Cerita Sex ABG 2016, Cerita Dewasa SMA Terbaru, Cerita Sex Bispak Tante, Cerita Sex Skandal 2016, Foto Cewek Bugil 2016, Foto Cewek Hot Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2016,


Forum dewasa kali ini menceritakan pengalaman Sex dari seorang Pria bernama Ricky. Ricky yang saat itu menginap Dihotel didaerah indonesia bagian timur karena sebuah pekerjaan, disana dia mendapatkan kenalan seorang Jantung (janda gantung) keturunan arab yang bernama Grace. Perkenalan singkat itu pada akhirnya membawa dan Ricky dan Grace pada suatu bubungan sex yang sangat liar penuh gairah. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.


Cerita Dewasa Pesona Janda Keturunan Arab


Setelah sekian lama saya menginginkan untuk bisa berwisata sex, pada akhirnya saya mendapatkan keinginan itu. Saat itu saya mendapatkan tugas dari kantor, hal itu aku anggap sabagai liburan, walau ujung-ujungnya harus bekerja juga sih. Saat itu saya mendapatkan dinas luar di Indonesia bagian timur. Karena disana masih banyak peluang proyek yang bisa saya kerjakan.


Sampai pada hari itu, saya-pun berangkat dengan seorang Direktur Utama sebuah perusahaan besar di indonesia. Singkat cerita saat itu sampailah saya di lokasi proyek, disana saya bertemu beberapa orang penting yang berwenang dan saya mulai menjelaskan tujuan kedatangan kami. Setelah urusan kami selesai maka Direktur utama tersebut pulang terlebih dahulu karena masih ada urusan lain di Ibu kota.


Kini saya sendiri untuk mengurus semua segala perijinan untuk proyek yang akan saya kerjakan. Disana saya tinggal di sebuah Hotel melati yang tidak terlalu besar, tapi bersih dan nyaman untuk ditinggali. Letak hotel itu berada di pinggiran kota, suasana disekitar hotel itu nampak sepi, namun aman. Walaupun berada di pi nggiran kota, untuk sarana transportasi sangatlah mudah jika saya ingin kemana-mana.


Kamar saya saat itu terletak pada lantai dua yang kebetulan kamar saya menghadap ke arah laut. Hal itu menambah saya terasa nyaman dan relax. Selama disana setelah saya pergi mengurus segala perijinan dari satu instansi ke instansi yang lainnya, saya sering melepas lelah dengan cara duduk di balkon sembari melihat kearah laut. Para pekerja di hotel itu sangat ramah dan akrab pada setiap tamu hotel.


Hal ini bisa terjadi karena mungkin jumlah kamar di hotel itu tidak terlalu banyak, kamarnya berjumlah kira-kira sekitar 30 kamar. Saya tipe orang yang mudah akrab dengan orang lain, buktinya selama saya menginap dihotel itu saya sering mengobrol dengan tamu lain atau ekerja di hotel itu. Terkadang dengan nada bicara bercanda, saya sering diberi tawaran untuk berwisata sex.


Mulai dari satpam hingga pegawai hotel bertanya pada saya,karena hampir 2 minggu saya tidak pernah membawa teman kencan seperti tamu-tamu lainya. Saat itu saya hanya tersenyum saja, saya seperti itu bukannya saya tidak mau, tetapi waktu yang belum ada untuk berbuat seperti itu, maklum pikiranku masih fokus dengan pekerjaan.
Sungguh tidak terasa sudah 2 minggu saya menginap di hotel itu.


Sampai pada akhirnya karena segala perijinan yang diperlukan sudah terselesaikan, maka kini saya sudah bisa sedikit bernafas lega dan saya-pun mulai mencari hiburan. Semalam saya dapat merasakan kehangatan tubuh wanita penjual tubuh asal kota itu, saya mendapatkannya wanita itu dari satpam hotel. Sebenarnya wanita semalam itu cantik dan putih, sayang sekali permainan sex-nya tidak terlalu istimewa.


Semalam saat bermain sex dengan wanita penjual diri itu becek sekali Vagina-nya, ditambah lagi Vagina-nya sudah tidak kencang lagi. Tetapi lumayanlah buat mengurangi rasa stres. Sampai tiba saatnya, 2 hari lagi saya akan pulang ke Ibu Kota. Transportasi di daerah ini memang agak sulit. Untuk ke Jakarta saya harus ke ibukota propinsi dulu baru ganti pesawat ke Jakarta.


Celakanya dari kota ini ke ibukota propinsi dalam 1 minggu hanya ada 4 penerbangan dengan twin otter yang kapasitasnya hanya 17 seat. Belum lagi cadangan khusus buat pejabat Pemda yang tiba-tiba harus berangkat. Saya yang sudah booking seat sejak seminggu yang lalu, ternyata masih masuk di cadangan nomor 5. Alternatifnya adalah dengan menaiki kapal laut milik Pelni yang makan waktu seharian untuk sampai ibukota propinsi.


Rencansaya kalau tidak dapat seat pesawat terpaksa naik kapal laut. Sore itu saya ngobrol dengan satpam, yang membantu mencarikan perempuan, sambil duduk-duduk di cafe hotel. Kami membicarakan gadis Manado yang kutiduri tadi malam. Kubilang saya kurang puas dengan permainannya. Tiba-tiba saja pandanganku tertuju pada wanita yang baru masuk ke cafe.


Wanita itu kelihatan bertubuh tinggi, mungkin 169 cm, tubuhnya sintal dan dadanya membusung. Wajahnya kelihatan bukan wajah Melayu, tapi lebih mirip ke wajah Timur Tengah. Satpam itu mengedipkan matanya ke arahku,


” Bapak berminat ? Kalau ini dijamin oke, Arab punya,” ucapnya.


Wanita tadi merasa kalau sedang dibicarakan. Dia menatap ke arah kami dan mencibir ke arah satpam di sampingku,


“ Grace, sini dulu. Kenalan sama Bapak ini,” kata satpam itu.


“ Saya mau ke karaoke dulu,” balas wanita tadi.


Ternyata namanya Grace. Grace berjalan kearah meja karaoke dan mulai memesan lagu. Ruangan karaoke tidak terpisah secara khusus, jadi kalau yang menyanyi suaranya bagus lumayan buat hiburan sambil makan. Tapi kalau pas suara penyanyinya berantakan, maka selera makan bisa berantakan. Untuk karaoke tidak dikenakan biaya, hanya merupakan service cafe untuk tamu yang makan disana.


“ Dekatin aja Pak, temani dia nyanyi sambil kenalan. Siapa tahu cocok dan jadi,” kata satpam tadi kepada saya.
Saya berjalan dan duduk didekat Grace. Kuulurkan tanganku,


“ Boleh berkenalan Mbak? Perkenalkan Nama saya Ricky”, ucap saya.


“ Grace namaku,” jawabnya singkat dan kembali meneruskan lagunya.


Suaranya tidak bagus cuma lumayan saja, Cukup memenuhi standard kalau ada pertunjukan di kampung. Beberapa lagu telah dinyanyikan. dari lagu dan logat yang dinyanyikan wanita ini agaknya tinggal di Manado atau Sulawesi Utara. Dia mengambil gelas minumannya dan menyerahkan mike ke tamu cafe di dekatnya,


“ Sendirian saja nona atau …,” ucap saya mengawali pembicaraan.


“ Panggil saja nama saya Grace,” ucapnya.


Lalu kami mulai terlibat pembicaraan yang cukup akrab. Grace berasal dari Gorontalo. Dia memang berdarah Arab, menurutnya banyak keturunan Arab di Gorontalo. Kuamati lebih teliti wanita di sampingku ini. Hidungnya mancung khas Timur Tengah, kulitnya putih, rambutnya hitam tebal, bentuk tubuhnya sintal dan kencang dengan Buah dada-nya terlihat dari samping membusung padat.


Kemudian saya tawarkan untuk mengobrol di kamar saya saja. Lebih dingin, karena ber-AC, dan lebih rileks serta privacy terjaga. Saat itu dia menurut saja, lalu kami masuk ke dalam kamar. Satpam tadi kulihat mengangkat kedua jempolnya kearahku. Di dalam kamar, kami duduk berdampingan di karpet dengan menyandar ke ranjang sambil nonton TV.


Grace masuk ke kamar mandi dan sebentar kemudian sudah keluar lagi. Kami melanjutkan obrolan. Ternyata Grace seorang jantung (janda gantung) suaminya yang seorang pengusaha keturunan Arab juga, sudah 1 tahun suaminya menggantungkan hubungan mereka namun tidak diceraikan. Saat itu dia sedang mencoba membuka usaha kerajinan rotan dari Sulawesi yang dipasarkan disini.


Di kota ini dia tinggal bersama keluarganya. Saat itu dia bermain ke hotel, karena dulu juga pernah tinggal di hotel ini seminggu dan akrab dengan chef wanita yang bekerja di cafe. Dari tadi siang Chef tersebut sedang keluar, berbelanja kebutuhan cafe.
Mulailah aku melingkarkan tangan kiriku ke bahu kirinya. Saat itu dia sedikit menggerinjal namun tidak ada tanda-tanda penolakan.


Karena melihat responya yang seperti itu, saya saat itu semakin berani dan mulai meremas bahunya dan perlahan-lahan tangan kiriku menuju kedadanya. Sebelum tangan kiriku sampai di dadanya, ia menatapku dan bertanya,


“ Mau apa kamu, Ricky ?” Sebuah pertanyaan yang tidak perlu dijawab.


Kupegang dagunya dengan tangan kananku dan kudekatkan mukanya ke muksaya. Perlahan kucium bibirnya. Ia diam saja. Kucium lagi namun ia belum juga membalas cumbuan saya,


“ Ayolah Grace, 1 tahun tentulah waktu yang cukup panjang bagimu. Selama ini tentulah kamu merindukan kehangatan dekapan seorang laki-laki,” ucap saya mulai merayunya.


Kuhembuskan napasku ke dekat telinganya. Bibirku mulai menyapu leher dan belakang telinganya,


“ Ssss… Aghhhhh… tidak… Jangan Rick… ” ucapnya lirih.


“ Ayolah Grace, mungkin Penisku tidak sebesar punya suamimu itu, namun saya bisa membantu menuntaskan gairahmu yang terpendam”, ucapku merayunya.


Pada akhirnya Grace-pun menyerah, pandangan matanya mulai sayu, lalu saya mulai mencium lagi bibirnya, kali ini mulai ada perlawanan balasan dari bibirnya. tanganku segera meremas dadanya yang besar, namun sudah sedikit turun. Dia mendesah dan membalas cumbuan saya dengan berapi-api. Tangannya meremas Penis saya yang masih terbungkus celana.


Kududukan dia ditepi ranjang. Saya berdiri didepannya. tangannya mulai membuka ikatan pinggang dan ritsluiting celana saya, kemudian menyusup ke balik celana dalamku. Dikeluarkannya Penis saya yang mulai menegang. Dibukanya celana saya seluruhnya hingga bagian bawah tubuh saya sudah dalam keadaan polos. Mulutnya kemudian menciumi Penis saya.


Saat itu sementara tangannya memegang pinggangku dan mengusap buah zakar saya, lama kelamaan ciumannya berubah menjadi jilatan dan isapan kuat pada Penis saya. Kini ia mengocok Penis sayadengan mengulum Penis sayadan menggerakan mulutnya maju mundur. Desiran kenikmatan segera saja menjalari seluruh tubuh saya. Tangannya menyusup ke bajuku dan memainkan putingku.


Lalu saya-pun mulai membuka kancing bajuku agar tangannya mudah beraksi di dada saya. Kuremas rambutnya dan pantatkupun bergerak maju mundur menyesuaikan dengan gerakan mulutnya. Saya tak mau menumpahkan air mani dalam posisi ini. Kuangkat tubuhnya dan kini dia dalam posisi berdiri sementara saya duduk di tepi ranjang. Tanpa kesulitan segera saja kubuka celana panjang dan CD-nya.


Bulu Vagina-nya agak jarang dan berwarna kemerahan, Vagina-nya terlihat sangat menonjol di sela pahanya, seperti sampan yang dibalikkan. Ia membuka kausnya sehingga sekarang tinggal memakai bra berwarna biru. Kujilati tubuhnya mulai dari lutut, paha sampai ke lipatan pahanya. Sesekali kusapukan bibirku di bibir Vagina-nya.


Lubang Vagina-nya terasa sempit ketika lidahku mulai masuk ke dalam Vagina-nya. Ia merintih, kepalanya mendongak, tangannya yang sebelah menekan kepala saya sementara tangan satunya meremas rambutnya sendiri. Kumasukan jari tengahku ke dalam lubang Vagina-nya, sementara lidahku menyerang Clitoris-nya. Saat itu dia melenguh perlahan dan kedua tangannya meremas Buah dada-nya sendiri.


Tubuhnya melengkung ke belakang menahan kenikmatan yang kuberikan. Ia merapatkan selangkangannya pada kepaka saya. Kulepaskan bajuku dan kulempar begitu saja ke lantai. Akhirnya ia mendorongku sehingga saya terlentang di ranjang dengan kaki masih menjuntai di lantai. Ia berjongkok dan,


“ Slurpppp....”


Dia Kembali menjilat dan mencium Penis saya beberapa saat, lalu Dia mulai naik keatas ranjang dan duduk diatas dada saya menghadapkan Vagina-nya di mulutku. Tangannya menarik kepala saya meminta saya agar menjilat Vagina-nya dalam posisi demikian.


Kuangkat kepala saya dan segera lidahku menyeruak masuk ke dalam liang Vagina-nya. Tanganku memegang erat pinggulnya untuk membantu menahan kepala saya. Ia menggerakan pantatnya memutar dan maju mundur untuk mengimbangi serangan lidahku. Gerakannya semakin liar ketika lidahku dengan menjilat dan menekan Clitoris-nya.


Saat itu Grace melengkungkan tubuhnya sehingga bagian Vagina-nya semakin menonjol. tangannya kebelakang diletakan di paha saya untuk menahan berat tubuhnya. Dia mulai bergerak kesamping dan menarikku sehingga saya menindihnya. Kubuka bra-nya dan segera kuterkam gundukan gunung kembar di dadanya. Putingnya yang keras kukulum dan kujilati.
Terkadang kumisku kugesekan pada ujung putingnya. Mendapat serangan demikian ia merintih,


“ Oughhhh… Ughhhh… Ricky, ayo kita lakukan permainan sex ini, cepetan kontol kamu masukin sekarang… Oughhh… ” ucap diiringi dengan desahanya.


Lalu tangan Grace mulai menggenggam erat Penis saya dan mengarahkan ke lubang Vagina-nya. Beberapa kali kucoba untuk memasukannya tetapi sangat sulit. Sebenarnya sejak kujilati sedari tadi kurasakan Vagina-nya sudah basah oleh lendirnya dan ludahku, namun kini ketika saya mencoba untuk melakukan penetrasi kurasakan sulit sekali.


Penis saya sudah mulai mengendor lagi karena sudah beberapa kali belum juga menembus Vagina-nya. Saya ingat ada kondom di laci meja, masih tersisa 1 setelah 2 lagi saya pakai tadi malam, barangkali dengan memanfaatkan permukaan kondom yang licin lebih mudah melakukan penetrasi. Namun saat itu saya ragu untuk mengambilnya.


Karena pada saat itu Grace kelihatan sudah di puncak nafsunya dan dia tidak memberikan sinyal untuk memakai kondom. Kukocokkan Penis saya sebentar untuk mengencangkannya. Kubuka pahanya selebar-lebarnya. Kuarahkan Penis saya kembali ke liang Vagina Grace, lalu…


“ Rick... Ssss… cepat masukkan kontol kamu Rick.. Aghhhh… ,” desahnya.


Saat itu kepala Penis saya sudah melewati bibir Vagina-nya. Kudorong sangat pelan. Vagina-nya sangat sempit. Entah apa yang menyebabkannya, padahal dia sudah punya anak dan menurut ceritanya Penis suaminya satu setengah kali lebih besar dari Penis saya. Saat itu saya berpikir bagaimana caranya agar Penis suaminya bisa menembus Vagina-nya.


Mulailah Penis saya kumaju mundurkan dengan perlahan untuk membuka jalan nikmat ini. Beberapa kali kemudian Penis saya seluruhnya sudah menembus liang Vagina-nya. Saya merasa dengan kondisi Vagina-nya yang sangat sempit maka dalam ronde pertama ini saya akan kalah kalau saya mengambil posisi di atas. Mungkin kalau ronde kedua saya dapat bertahan lebih lama.


Akan kuambil cara lain agar saya tidak jebol duluan. Kugulingkan tubuhnya dan kubiarkan dia menindihku. Grace bergerak naik turun menimba kenikmatannya. Saya mengimbanginya tanpa mengencangkan ototku, hanya sesekali kuberikan kontraksi sekedar bertahan saja supaya Penis saya tidak mengecil. Grace merebahkan tubuhnya, merapat didada saya.


Kukulum Buah dada-nya dengan keras dan kumainkan putingnya dengan lidahku. Ia mendengus-dengus dan bergerak liar untuk merasakan kenikmatan. Gerakannya menjadi kombinasi naik turun, berputar dan maju mundur. Luar biasa Vagina wanita Arab ini, dalam kondisi saya dibawahpun saya harus berjuang keras agar tidak kalah. Untuk mempertahankan diri kubuat agar pikiranku menjadi rileks dan tidak berfokus pada permainan ini.


Kira-kira saat itu sudah 10 menit berlalu sejak penetrasi. Nampaknya Grace sudah ingin mengakhiri babak pertama ini. Karena saat itu dia memandang saya, kemudian mencium leher dan telinga saya,


“ Oughhh... Ricky, kamu luar biasa. Dulu dalam ronde pertama biasanya suamiku akan kalah, namun kami masih bertahan ”, ucapnya memuji saya.


Lalu sambunya,


“ Sssss… Aghhh… Tahan dulu Rick ya, aghhhh… sebentar lagi... aku... Aghhhhhh… ”
Dia tidak melanjutkan kalimatnya. Saya tahu kini saatnya beraksi, lalu mulailah kukencangkan otot Penis saya dan gerakan tubuh Grace-pun semakin liar. Saya-pun mengimbangi dengan genjotan Penis saya dari bawah. Ketika dia bergerak naik, pantatku kuturunkan dan ketika dia menekan pantatnya ke bawah Saya-pun menyambutnya dengan mengangkat pantatku.


Kepalanya bergerak kesana kemari diiringi dengan rambutnya yang hitam lebat acak-acakan. Sprei yang saat itu sudah terlepas dan tergulung di sudut ranjang, dan bantal di atas ranjang semuanya sudah jatuh ke lantai. Keadaan diatas ranjang seperti kapal yang pecah dihempas badai. Ranjangpun ikut bergoyang mengikuti gerakan kami. Suaranya berderak-derak seakan hendak patah.


Saya-pun semakin mempercepat genjotanku dari bawah agar iapun segera berlabuh di dermaga kenikmatan, Tidak lama kemudian,


“ Oughhhh... Yeahhhh... Ssss… Aghhh... ”, Grace mendesah.


Punggungnya melengkung ke atas, mulutnya menggigit putingku. Kurasakan desiran kenikmatan mendesak lubang Penis saya. Saya tidak tahan lagi. Ketika pantatnya menekan ke bawah, kupeluk pinggangnya dan kuangkat pantat saya, dan,
“ Oughhh… ak…u tidak tahan lagi Grace... Aghhh…. A..a.. aku … Oughhh…”, desah saya.


Saat itu Grace memberontak dari pelukanku sampai peganganku pada pinggulnya terlepas. pantatnya naik dan segera diturunkan lagi dengan cepat,


“ Rick... Oughhh… Ricky... Aku juga tidak tahan lagi…. Aghhhh... ” desah Grace.


Kemudian kaki grace mengunci Kaki saya dan tubuhnya mengejang kuat. dengan kaki saling mengait saya menahan gerak tubuhnya yang mengejang. Giginya menggigit lenganku sampai terasa sakit. Denyutan dari dinding Vagina-nya saling berbalasan dengan denyutan di Penis saya. Beberapa detik kemudian, kami masih merasakan sisa-sisa kenikmatan.


Ketika sisa-sisa denyutan masih terjadi tubuhnya menggetar, dia berbaring diatas dada saya sampai akhirnya Penis saya mulai mengecil dan terlepas dengan sendirinya dari Vagina-nya. Sebagian air mani mengalir keluar dari Vagina-nya di atas perutku. Grace berguling ke samping setelah menarik napas panjang,


“ Luar biasa kamu kau Rick, Suamiku tidak pernah menang dalam ronde pertama, memang dalam berhubungan dia sering mengambil posisi di atas. Namun kamu sanggup membawa aku terbang ke angkasa,” ucapnya sambil mengelus dada saya.


“ Saya-pun rasanya hampir tidak sanggup menandingimu. Mungkin sebagian besar laki-laki akan menyerah di atas ranjang kalau harus bermain denganmu. Milikmu benar-benar sempit,” ucap saya balas memujinya.


Memang kalau tadi saya harus bermain diatas, rasanya tak sampai sepuluh menit saya pasti sudah KO. Makanya, jangan cuma penetrasi terus main genjot saja, teknik,


“ Kamu orang Melayu pribumi, tapi kok bulunya banyak gini. Keturunan India atau mungkin Arab ya? ”, tanya saya.


“ Nggak ah, asli Indonesia lho...”, jawabnya.


Dia masih terus memujiku beberapa kali lagi. Kuajak ia mandi bersama dan setelah itu kami duduk di teras sambil minum soft drink dan melihat laut. Saya hanya mengenakan celana pendek tanpa celana dalam dam kaus tanpa lengan. Dia mengenakan kemeja saya, sementara bagian bawah tubuhnya hanya ditutup dengan selimut yang dililitkan tanpa mengenakan pakaian dalam.
Saat itu grace duduk membelakangiku, posisi tubuhnya disandarkan di bahu saya. Saat itu bibir saya sesekali mencium rambut dan belakang telinganya. Kadang mulutnya mencari mulutku dan kusambut dengan ciuman ringan. Tangan kanannya melingkar di kepala saya,


“ Kamu nggak takut hamil melakukan hal ini denganku ? ”, tanya saya.


“ Saya dulu pernah kerja di apotik, jadi saya tahu pasti cara mengatasinya. Saya selalu siap sedia, siapa tahu terjadi hal yang diinginkan seperti sore ini. Saya sudah makan obat waktu masuk ke kamar mandi tadi. Tenang saja, toh kalaupun hamil bukan kamu yang menanggung akibatnya.” ucapnya enteng.


Jadi dia selalu membawa obat anti hamil. Untung saja saya tadi tidak berlsaya konyol dengan memakai kondom. Mungkin saja sejak ditinggal suaminya dia sudah beberapa kali bercinta dengan laki-laki. Tapi apa urusanku, saya sendiri juga melakukannya. yang penting malam ini ia menjadi teman tidurku. Matahari sudah jauh condong ke Barat, sehingga tidak terasa panas.


Saat iut hampir satu jam kami duduk menikmati sunset. Gairahku mulai timbul lagi. Kubuka dua kancing teratas bajunya. Kurapatkan Penis saya yang sudah mulai ingin bermain lagi ke pinggangnya. Kususupkan tanganku kebalik bajunya dan kuremas buah dadanya,


“ Eughhhhh…” lenguhnya.


“ Masuk yuk, sudah mulai gelap. Anginnya juga mulai kencang dan dingin,” ucap saya.


Kamipun masuk ke dalam kamar sambil berpelukan. Sekilas kulihat tatapan iri dan kagum dari tamu hotel di kamar yang berseberangan dengan kamar saya,


“ Grace, aku mau lagi baby… ”, ucap saya.


Lalu saat itu kami-pun bersama-sama merapikan sprei dan bantal yang berhamburan akibat pertempuran babak pertama tadi. Kubuka bajunya dan kutarik selimut yang menutup bagian bawah tubuhnya. Kurebahkan Grace di ranjang. Kubuka kausku dan saya berdiri di sisi ranjang di dekat kepalanya. Grace mengerti maksudku. Didekatkan kepalanya ke tubuh saya dan ditariknya celana pendekku.


Sebentar kemudian mulut dan lidahnya sudah beraksi dengan lincahnya di selangkanganku. Saya mengusap-usap tubuhnya mulai dari bahu, dada sampai ke pinggulnya. Penis saya-pun tak lama sudah menegang dan keras, siap untuk kembali mendayung sampan. Sekitar 6 menit dia beraksi. Setelah itu kutarik kepalanya dan kuposisikan kakinya menjuntai ke lantai.


Kubuka mini bar dan kuambil beberapa potong es batu di dalam gelas. Kujepit es batu tadi dengan bibirku dan saya berjongkok di depan kakinya. Kurenggangkan kedua kakinya lalu dengan jariku bibir Vagina-nya kubuka. Bibirku segera menyorongkan es batu ke dalam Vagina-nya yang merah merekah. Ia terkejut merasakan perlakuan saya. Kaki dan tubuhnya sedikit meronta, namun kutahan dengan tanganku,


“ Oughhh... Ricky... Kamu... Freak... Jangan Rick... Cukup Rick… Aghhh…” ucapnya denga sedikit berteriak.


Saat itu saya tidak menghiraukan teriakannya dan terus melanjutkan aksiku. Rupanya sensasi dingin dari es batu di dalam Vagina-nya membuatnya sangat terangsang. Kujilati air dari es batu yang mencair dan mulai bercampur dengan lendir Vagina-nya,


“ Ricky... kamu bener-bener Maniak... Oughhhh….”, Lenguhnya setiap kali potongan es batu kutempelkan ke bagian dalam bibir Vagina dan Clitoris-nya.


Kadang es batu kupegang dengan jariku menggantikan bibirku yang tetap menjilati seluruh bagian Vagina-nya. Kakinya masih meronta, namun ia sendiri mulai menikmati aksiku. Kulihat ke atas ia menggigit ujung bantal dengan kuat untuk menahan perasaannya. Akhirnya semua potongan es batu yang kuambil habis. Saya masih meneruskan stimulasi dengan cara cunilingus ini.


Meskipun untuk ronde kedua saya yakin bisa bertahan lebih lama, namun untuk berjaga-jaga akan kuransang dia sampai mendekati puncaknya. yang pasti saya tak mau kalah ketika bermain dengannya. Kurang lebih sepuluh menit saya melakukannya. Dia terhentak dan mengejang sesaat ketika Clitoris-nya kugaruk dan kemudian kujepit dengan jariku. Kulepas dan kujepit lagi.


Dia merengek-rengek agar saya menghentikan aksiku dan segera melakukan penetrasi, namun saya masih ingin menikmati dan memberikan foreplay dalam waktu yang agak lama. Beberapa saat saya masih dalam posisi itu. tangan kanannya memegang kepala saya dan menekannya ke celah pahanya. Tangan kirinya meremas-remas Buah dada-nya sendiri.


Saya duduk di dadanya. Kini ia yang membrikan kenikmatan pada Penis saya melalui lidah dan mulutnya. Dikulumnya Penis saya dalam-dalam dan diisapnya lembut. Giginya juga ikut memberikan tekanan pada batang Penis saya. Dilepaskannya Penis saya dan kini dijepitnya dengan kedua Buah dada-nya sambil diremas-remas dengan gundukan kedua dagingnya itu.


Kugerakkan pinggulku maju mundur sehingga Penis saya-pun bergesekan dengan kulit kedua Buah dada-nya. Saya merubah posisi saya dengan menindihnya berhadapan, kemudian mulutku bermain disekitar Buah dada-nya. Grace kelihatan tidak sabar lagi dan dengan sebuah gerakan tangannya sudah memegang dan mengocok Penis saya dengan menggesekannya pada bibir Vagina-nya.


Tanganku mengusap gundukan Buah dada-nya dan meremas dengan pelan dan hati-hati. Ia menggelinjang. Mulutku menyusuri leher dan bahunya kemudian bibirnya yang sudah setengah terbuka segera menyambut bibirku. kami segera berciuman dengan ganas sampai terengah-engah. Penis saya yang sudah mengeras mulai mencari sasarannya. Kuremas pantatnya yang padat dan kuangkat pantatku,


“ Ricky... Ayo... Masukk... Kan !!!” ucapnya.


Tangannya menggenggam Penis saya dan mengarahkan ke dalam guanya yang sudah basah. Saya mengikuti saja. Kali ini ia yang mengambil iSaniatif untuk membuka lebar-lebar kedua kakinya. Dengan perlahan dan hati-hati kucoba memasukan Penis saya kedalam liang Vagina-nya. Masih sulit juga untuk menembus bibir Vagina-nya. tangannya kemudian membuka bibir Vagina-nya dan dengan bantuan tanganku maka kuarahkan Penis saya ke Vagina Grace.


Begitu melewati bibir Vagina-nya, maka kurasakan lagi sebuah liang yang sempit. Perlahan-lahan dengan gerakan maju mundur dan memutar maka beberapa saat kemudian Penis saya sudah menerobos kedalam liang Vagina-nya. Saya bergerak naik turun dengan perlahan sambil menunggu agar pelumasan pada Vagina-nya lebih banyak.


Ketika kurasakan Vagina-nya sudah lebih licin, maka kutingkatkan tempo gerakanku. Grace masih bergerak pelan, bahkan cenderung diam dan menungguku untuk melanjutkan serangan berikutnya. Kupercepat gerakanku dan Grace bergerak melawan arah gerakanku untuk menghasilkan sensasi kenikmatan. Saya menurunkan irama permainan. Kini ia yang bergerak liar.


Tangannya memeluk leherku dan bibirnya melumat bibirku dengan ganas. Saya memeluk punggungnya kemudian mengencangkan Penis saya dan menggenjotnya lagi dengan cepat. Kubisikkan untuk berganti posisi menjadi doggy style. Dia mendorong tubuh saya agar dapat berbaring tengkurap. Pantatnya dinaikkan sedikit dan tangannya terjulur kebelakang menggenggam Penis saya dan segera menyusupkannya kedalam Vagina-nya.


Lalu saya mulai menggenjot lagi Vagina-nya dengan menggerakkan pantatku maju mundur dan berputar. Kurebahkan tubuhku di atasnya. kami berciuman dengan posisi sama-sama tengkurap, sementara Vagina kami masih terus bertaut dan melakukan aksi kegiatannya. Saya menusuk Vagina-nya dengan gerakan cepat berulang kali. Iapun mendesah sambil meremas sprei.


Saya berdiri di atas lututku dan kutarik pinggangnya. Kini ia berada dalam posisi nungging dengan pantat yang disorongkan ke Penis saya. Setelah hampir sepuluh menit permainan kami yang kedua ini, Grace semakin keras berteriak dan sebentar-bentar mengejang. Vagina-nya terasa semakin lembab dan hangat. Kuhentikan genjotanku dan kucabut Penis saya.


Grace berbalik terlentang dan sebentar kemudian saya naik ke atas tubuhnya dan kembali menggenjot Vagina-nya. Kusedot putingnya dan kugigit bahunya. Kutarik rambutnya sampai mendongak dan segera kujelajahi daerah sekitar leher sampai telinganya. Ia semakin mendesah dan mengerang dengan keras. Ketika ia mengerang cukup keras, maka segera kututup bibirnya dengan bibirku.


Saat itu Grace menyambut bibirku dengan ciuman yang panas. Lidahnya menyusup ke mulutku dan menggelitik langit-langit mulutku. Saya menyedot lidahnya dengan satu sedotan kuat, melepaskannya dan kini lidahku yang masuk ke dalam rongga mulutnya. kami berguling sampai Grace berada di atasku. Grace menekankan pantatnya dan Penis saya-pun semakin dalam masuk ke liang kenikmatannya,


“ Oughhh... Grace,” desahku setengah berteriak.


Grace bergerak naik turun dan memutar. Perlahan-lahan kugerakkan pinggulku. Karena gerakan memutar dari pinggulnya, maka Penis saya seperti disedot sebuah pusaran. Grace mulai mempercepat gerakannya, dan kusambut dengan irama yang sama. Kini ia yang menarik rambutku sampai kepala saya mendongak dan segera mencium dan menjilati leherku.


Hidungnya yang mancung khas Timur Tengah kadang digesekkannya di leherku memberikan suatu sensasi tersendiri. Grace bergerak sehingga kaki kami saling menjepit. kaki kirinya kujepit dengan Kaki saya dan demikian juga kaki kiriku dijepit dengan kedua kakinya. dalam posisi ini ditambah dengan gerakan pantatnya terasa nikmat sekali. Kepalanya direbahkan didada saya dan bibirnya mengecup putingku.
Kuangkat kepalanya, kucium dan kuremas Buah dada-nya yang menggantung. Setelah kujilati dan kukecup lehernya kulepaskan tarikan pada rambutnya dan kepalanya turun kembali kemudian bibirnya mencari-cari bibirku. Kusambut mulutnya dengan satu ciuman yang dalam dan lama. Grace kemudian mengatur gerakannya dengan irama lamban dan cepat berselang-seling.


Pantatnya diturunkan sampai menekan paha saya sehingga Penis saya masuk terbenam dalam-dalam menyentuh rahimnya. kakinya bergerak agar lepas dari jepitanku dan kini kedua Kaki saya dijepit dengan kedua kakinya. Grace menegakkan tubuhnya sehingga ia dalam posisi duduk setengah jongkok di atas selangkanganku. Dia kemudian menggerakan pantatnya maju mundur.


Sembari menekan kebawah, sehingga Penis saya tertelan dan bergerak ke arah perutku. Rasanya seperti diurut dan dijepit sebuah benda yang lembut namun kuat. Semakin lama semakin cepat ia menggerakkan pantatnya, namun tidak menghentak-hentak. darah yang mengalir ke Penis saya kurasakan semakin cepat dan mulai ada desiran yang merambat disekujur tubuh saya,


“ Oughhh... Sssss... Aghhhhh!”, desahan Grace semakin liar.


Saya tahu sekarang bahwa iapun akan segera mengakhiri pertarungan ini dan menggapai puncak kenikmatan,


“ Tahan Honey, slow down aja, aku masih ingin lebih lama lagi merasakan nikmatnya bercinta denganmu ”, ucap saya.


Saya menggeserkan tubuh saya ke atas sehingga kepala saya menggantung di bibir ranjang. Dia segera mengecup dan menciumi leherku. Tak ketinggalan hidungnya kembali ikut berperan menggesek kulit leherku. Saya sangat suka sekali ketika hidungnya bersentuhan dengan kulit leherku,


“ Ricky... Oughhh... aku udah nggk tahan lagi … Aghhhh… ”, desahnya.


Saat itu saya meggelengkan kepala saya memberi isyarat untuk bertahan sebentar lagi.
Saya bangkit dan duduk memangku Grace. Penis saya kukeraskan dengan menahan napas dan mengencangkan otot Penis. Saat itu dia semakin cepat menggerakkan pantatnya maju mundur sementara bibirnya ganas melumat bibirku dan tangannya memeluk leherku.


Tanganku memeluk pinggangnya dan membantu mempercepat gerakan maju mundurnya. Dilepaskan tangannya dari leherku dan tubuhnya direbahkan ke belakang. Kini saya yang harus bergerak aktif. Kulipat kedua lututku dan kutahan tubuhnya di bawah pinggangnya. Gerakanku kuatur dengan irama cepat namun Penis saya hanya setengahnya saja yang masuk sampai beberapa hitungan dan kemudian sesekali kutusukkan Penis saya sampai mentok. Dia merintih-rintih, namun karena posisi tubuhnya ia tidak dapat bergerak dengan bebas.


Kini saya-pun sepenuhnya yang mengendalikan permainan, ia hanya dapat pasrah dan menikmati. Kutarik tubuhnya dan kembali kurebahkan tubuhnya ke atas tubuh saya, matanya melotot dan bola matanya memutih. Giginya menggigit bahu saya, lalu saya menggulingkan tubuh saya, kini saya berada diatasnya kembali. Lalu saya mengangkat kaki kanannya ke atas bahu kiriku.


Kemudian saya menarik tubuhnya sehingga selangkangannya dalam posisi menggantung merapat ke tubuh saya. Kaki kirinya kujepit di bawah ketiak kanan saya. Dengan posisi duduk melipat lutut saya menggenjotnya dengan perlahan beberapa kali dan kemudian saya hentakkan dengan keras. Saat itu Grace berteriak dengan keras setiap saya menggenjotnya dengan keras dan cepat.


Kepalanya bergerak-gerak dan matanya seperti mau menangis. Kukembalikan kakinya pada posisi semula. Saya masih ingin memperpanjang permainan untuk satu posisi lagi. Kaki saya keluar dari jepitannya dan ganti kujepit kedua kakinya dengan Kaki saya. Vagina-nya semakin terasa keras menjepit Penis saya. Saya bergerak naik turun dengan perlahan untuk mengulur waktu.


Saat itu Grace terlihat sudah tidak sabar lagi. Matanya terpejam dengan mulut setengah terbuka yang terus merintih dan mengerang. Gerakan naik turun, Dan saya percepat dan semakin lama semakin cepat. Kini kurasakan desakan kuat yang akan segera menjebol keluar lewat lubang Penis saya. Kukira sudah lebih dari setengah jam lamanya kami bergumul.


Saya-pun sudah puas dengan berbagai posisi dan variasi. Keringatku sudah berbaur dengan keringatnya. Kurapatkan tubuh saya di atas tubuhnya, kulepaskan jepitan Kaki saya. Betisnya kini menjepit pinggangku dengan kuat. Kubisikan, “ Ssss… aghhhh… ini saatnya Honey... Aghhh…”, ucap saya.


Grace-pun melenguh kecil ketika pantatku menekan kuat ke bawah. Dinding Vagina-nya berdenyut kuat menghisap Penis saya. Ia menyambut gerakan pantatku dengan menaikan pinggulnya. Bibirnya menciumku dengan ciuman ganas dan kemudian sebuah gigitan hinggap pada bahu saya. Satu desiran yang sangat kuat sudah sampai di ujung lubang Penis saya.
Saya menahan tekanan Penis saya ke dalam Vagina-nya. Gelombang-gelombang kenikmatan terwujud lewat denyutan dalam Vagina-nya bergantian dengan denyutan pada Penis saya seakan-akan saling meremas dan balas mendesak. Denyut demi denyutan, teriakan demi teriakan dan akhirnya kami bersama-sama mendapatkan orgasme kami, sesaat kemudian setelah mengeluarkan teriakan keras dan panjang, lalu kami,


“ Grace... Oughhh... ”, desah saya.


“ SSs… Aghhhhh… Ayo keluarin Rick… Oughhhhh… ”, ucap grace.


Pada akhirnya desiran yang tertahan sejak tadipun memancar dengan deras di dalam Vagina-nya. Kutekan Penis saya semakin dalam di Vagina-nya. Tubuhnya mengejang dan pantatnya naik. Ia mempererat jepitan kakinya dan pelukan tangannya. Kupeluk tubuhnya erat-erat dan tangannya menekan kepala saya di atas dadanya. Ketika dinding Vagina-nya berdenyut, maka kubalas dengan gerakan otot Penis saya.


Grace-pun kembali mengejang dan bergetar setiap otot Penis saya saya gerakkan.
Napas dan kata-kata penuh kenikmatan terdengar putus-putus, dan dengan sebuah tarikan napas panjang saya terkulai lemas di atas tubuhnya. kami masih saling mengecup bibir dan keadaan kamarpun menjadi sunyi, tidak ada suara sedikitpun. Saat itu hanya ada nafas yang panjang tersengal yang berangsur-angsur berubah menjadi teratur.


Tidak lama setelah itu kemudian kami berdua sudah bermain dengan busa sabun di kamar mandi. Kami saling menyabuni dengan sesekali melakukan cumbuan ringan. Setelah mandi barulah kami merasa lapar setelah dua ronde kami lalui. Sambil makan Grace menelpon keluarganya, kalau malam ini dia tidak pulang dengan alasan menginap di rumah temannya.


Tentu saja dia tidak bilang kalau temannya adalah seorang laki-laki bernama Ricky.
Malam itu dan malam berikutnya tentu saja tidak kami lewatkan dengan sia-sia. Mandi keringat, mandi kucing, mandi basah dan tentunya mandi kenikmatan menjadi acara kami berdua. Pada keesokan harinya setelah mengecek ke agen Merpati ternyata saya masih mendapat seat penerbangan ke kota propinsi, seat terakhir lagi.


Ketika chek out dari hotel kusisipkan selembar 100 ribuan ke tangan satpam , dan satpam itu tersenyum,


“ Terima kasih Pak,” ucapnya sambil menyambut tasku dan membawakan ke mobil.
“ Kapan kesini lagi, Pak? kalau Grace nggak ada, nanti akan saya carikan Grace yang lainnya lagi,” bisiknya ketika sudah berangkat ke bandara.


Ketika itu Grace mengantar saya sampai ke bandara dan sebelum turun dari mobil kuberikan kecupan mesra di bibirnya. Supir mobil hotel hanya tersenyum melihat tingkah kami. Singkat cerita 1 tahun kemudian saya kembali lagi ke kota itu dan ternyata Grace tidak berada di kota itu lagi.


Ketika kutelfon ke nomor yang diberikannya sudah tidak aktif lagi. Tapi yasudahlah mungkin saat itu adalah kenangan wiasata sex yang paling terindah bagi saya bersama Grace. Cukup sekian cerita sex saya, Thanks Grace. Semoga saya bisa bertemu kembali dan bisa bernostalgia sex lagi dengan kamu. Selesai.